Aceh Barat, SeputarSumut – Banjir menerjang kembali wilayah Kabupaten Aceh Barat, merendam sebanyak 25 desa yang tersebar di enam kecamatan dengan kisaran ketinggian air antara 20 hingga 50 sentimeter (cm), demikian catatan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Teuku Ronal Nehdiansyah, selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, menjelaskan pada Senin (8/12) bahwa meluapnya aliran sungai menjadi pemicu utama kembali terjadinya musibah banjir ini, yang disebabkan oleh tingginya curah hujan. Pernyataan ini dikutip dari Antara.
Kabar Daerah: 25 Desa Aceh Barat Banjir Lagi, Warga Dievakuasi
Sebagai informasi, sebelumnya kawasan di daerah ini juga telah terendam banjir dengan ketinggian air yang bahkan mencapai di atas satu meter pada Rabu (26/11/2025) lalu.
Daerah-daerah di Aceh Barat yang terdampak banjir meliputi Desa Leuhan dan Desa Gampa di Kecamatan Johan Pahlawan. Selain itu, banjir juga merendam Desa Aron Tunong, Desa Aron Baroh, dan Desa Ie Itam Baroh di Kecamatan Woyla Induk.
Ketinggian air yang berkisar 40 hingga 50 cm juga dilaporkan merendam tujuh desa di Kecamatan Woyla Barat. Desa-desa tersebut mencakup Desa Napai, Cot Lagan, Leubok Pasi Ara, Lhok Malee, Blang Cot Rubek, Alue Leuhop, serta Ulee Pasi Ara.
Di Kecamatan Meureubo, banjir merendam tiga desa dengan ketinggian air yang lebih rendah, yaitu sekitar 20 hingga 30 cm. Ketiga desa tersebut adalah Desa Ranto Panyang Timur, Desa Pasi Aceh Tunong, dan Desa Pasi Aceh Baroh.
Air juga merendam Desa Teupin Baroh dan Desa Peuribu yang berada di Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat, dengan ketinggian yang tercatat antara 40 hingga 50 cm.
Total delapan desa di Kecamatan Kaway XVI juga terdampak, di antaranya adalah Desa Alue Tampak, Gampong Masjid, Keudee Aron, Pasi Jambu, Tumpok Ladang, Meunasah Rayeuk, Meunasah Buloh, dan Pasi Teungoh, dengan ketinggian air rata-rata mencapai 20 sentimeter.
Ronal menjelaskan bahwa tim dari BPBD Aceh Barat saat ini masih terus bekerja untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap dampak yang ditimbulkan oleh banjir luapan ini. Selain itu, mereka juga berupaya memastikan tidak ada warga yang menjadi korban dalam bencana alam ini.
”Mengenai kerugian materiil, angkanya juga masih dalam tahap pendataan,” tambah Ronal.(*/cnni)


