Jakarta, SeputarSumut – Bencana tanah longsor hebat melanda kawasan Kampung Pasir Kuning, RW 10 dan 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Sabtu (24/1), yang mengakibatkan sedikitnya 30 rumah warga tertimbun material tanah. Dalam peristiwa tragis di kaki Gunung Burangrang tersebut, enam orang warga telah dikonfirmasi meninggal dunia oleh pihak berwenang.
Sebanyak 111 orang tercatat menjadi korban terdampak dalam musibah ini menurut keterangan yang disampaikan oleh Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis. Dari total data tersebut, enam orang ditemukan dalam keadaan tewas, sementara 84 orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian intensif.
Lintas Nasional: 30 Rumah Tertimbun Longsor di Bandung Barat
“Hingga laporan terbaru, ada 6 korban jiwa, 21 orang berhasil selamat, dan masih ada 84 orang yang masih kami cari keberadaannya sampai saat ini,” tutur Nur Awaludin Lubis dalam keterangannya pada Sabtu (24/1).
Identitas para korban yang ditemukan meninggal dunia di area bukit kaki Gunung Burangrang tersebut telah teridentifikasi. Mereka yang menjadi korban jiwa dalam musibah ini adalah Sunarya, Jajang, Nining, Enur, Aah, serta Rahmat.
Kondisi para korban yang berhasil selamat dari maut kini tengah mendapatkan penanganan intensif dari tim medis. Tim penyelamat terus berupaya memastikan kondisi kesehatan mereka stabil pasca-kejadian yang mencekam tersebut.
“Untuk 21 warga yang selamat, penanganan medis dilakukan oleh Puskesmas Pasirlangu, sementara sebagian korban lainnya kini ditempatkan di posko darurat yang berlokasi di kantor desa,” jelas Nur Awaludin.
Angka kematian dikhawatirkan masih bisa bertambah seiring dengan proses pencarian terhadap 84 warga yang belum ditemukan. Pihak desa belum bisa memastikan apakah puluhan warga tersebut turut tertimbun material longsor atau sebenarnya sudah mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat mereka.
“Data ini sifatnya masih dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu, kami terus melakukan monitoring secara ketat dari posko utama di kantor desa,” tambah Nur Awaludin.
Tindakan pengungsian juga dilakukan bagi warga yang tinggal dalam radius 100 meter dari lokasi kejadian, meskipun beberapa di antaranya akan dipulangkan secara bertahap. Fokus layanan pengungsian saat ini diprioritaskan sepenuhnya bagi warga yang bangunan rumahnya rusak parah atau tertimbun langsung oleh material longsor.(*/cnni)


