Jakarta, SeputarSumut – Infeksi virus Influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu dilaporkan telah menjangkiti sebanyak 62 orang di Indonesia. Muncul pertanyaan mengenai apa saja gejala yang dirasakan oleh puluhan pasien yang telah teridentifikasi tersebut.
Melalui metode pemeriksaan whole genome sequencing (WGS), temuan kasus super flu di tanah air ini berhasil terdeteksi. Berdasarkan laporan medis, mayoritas pasien yang terpapar mengeluhkan kondisi demam pada tubuh mereka.
Pernik Ragam: 62 Orang di Indonesia Terpapar Super Flu H3N2
“Demam, batuk pilek, ada nyeri tenggorokan, ada beberapa sesak napas. Jadi seperti flu biasa, tapi memang mayoritas demam,” jelas Kepala Biro Komunikasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aji Muhawarman pada Rabu (7/1), sebagaimana dikutip dari detikhealth.
Kondisi penyebaran super flu di Indonesia hingga saat ini diklaim masih dalam kendali otoritas kesehatan. Selain itu, infeksi ini tidak menunjukkan indikasi gejala yang lebih parah jika dibandingkan dengan jenis subclade lainnya.
Sejak laporan terakhir mengenai 62 pasien pada akhir Desember lalu, otoritas terkait mencatat belum ada temuan penambahan kasus baru hingga hari ini.
Kabar baik disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang menyebutkan bahwa seluruh pasien yang terjangkit saat ini sudah membaik.
“[Pasien dalam keadaan] sehat,” ungkap Budi saat memberikan keterangan di Jakarta Timur, Rabu (7/1).
Perbedaan mendasar antara super flu dengan Covid-19 ditekankan oleh Budi, terutama terkait tingkat fatalitasnya. Ia menyebutkan bahwa tingkat kematian akibat infeksi subclade K tergolong sangat rendah.
“Dia [super flu] penularannya cepat, tapi [risiko] kematiannya sangat rendah. Dan ini selalu terjadi biasanya di musim-musim dingin,” terang Budi menjelaskan karakteristik virus tersebut.
Budi juga memperkuat pernyataan Aji sebelumnya dengan menegaskan bahwa sejauh ini tidak ditemukan adanya gejala klinis yang bersifat parah pada para pasien.
“[Super flu] bisa dengan pengobatan biasa,” tuturnya menambahkan informasi mengenai penanganan medisnya.
Meskipun puluhan kasus telah ditemukan, Budi mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan senantiasa menjaga imunitas tubuh agar tetap dalam kondisi prima.
“Tapi enggak usah panik, karena [super flu] sama seperti flu biasa, bukan seperti Covid-19 yang dulu-dulu,” pungkas Menkes menenangkan masyarakat.(*/cnni)


