Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

7 Hal Ini Dilarang saat Imlek, Termasuk Keramas dan Potong Rambut

Oleh Redaksi 15
Kamis, 8 Februari 2024
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Jakarta | Perayaan Imlek tahun ini jatuh pada tanggal 10 Februari 2023. Namun tahukah kamu, ternyata ada larangan yang tidak boleh dilakukan pada saat perayaan Imlek?

Masyarakat Tionghoa meyakini bahwa hal-hal yang tidak boleh dilakukan itu akan mendatangkan kesialan atau keburukan di masa yang akan datang. Maka dari itu, masyarakat Tionghoa pantang untuk melanggar larangan-larangan tersebut.

Pernik Ragam: 7 Hal Ini Dilarang saat Imlek, Termasuk Keramas dan Potong Rambut

Iklan Indako SeputarSumut

Nah, apa saja hal yang tidak boleh dilakukan saat Hari Raya Imlek? Berikut ulasan lengkapnya dirangkum dari laman China Highlight, Rabu (7/2/2024).

1. Tidak Mengucapkan Kata-kata Negatif
Di perayaan Tahun Baru Imlek, masyarakat Tionghoa dilarang atau pantang untuk mengucapkan kata-kata negatif, seperti kemiskinan, penyakit, kematian, hantu, dan lain sebagainya.

Masyarakat Tionghoa biasanya mengubah kata-kata atau ucapan yang tidak bermakna negatif, misalnya mengatakan “Ada yang pergi”, bukan “Ada yang meninggal”.

Berita Terkait

Ragam Manfaat Rebusan Daun Bawang untuk Kesehatan Tubuh dan Cara Mengolahnya

Panduan Batas Aman Konsumsi Kafein Bagi Ibu Menyusui dan Daftar Minuman yang Perlu Diwaspadai Menurut WebMD

2. Menyapu atau Membuang Sampah
Menyapu dan membuang sampah tentu menjadi kebiasaan yang baik untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi masyarakat Tionghoa yang merayakan Imlek.

Menyapu dan membuang sampah bagi masyarakat Tionghoa di saat perayaan Imlek dianggap menyapu kekayaan dan membuang keberuntungan.

3. Keramas dan Potong Rambut
Keramas dan potong rambut merupakan dua hal yang pantang untuk dilakukan di perayaan Imlek. Adapun, dalam bahasa Mandarin, rambut (,fa) memiliki pelafalan (dan karakter yang sama) dengan fa dalam fa cai, yang berarti ‘menjadi kaya’.

Oleh sebab itulah masyarakat Tionghoa menganggap jika keramas dan potong rambut di hari Imlek dapat membawa kesialan bagi dirinya maupun keluarganya.

4. Mencuci Pakaian
Mencuci pakaian juga menjadi salah satu hal yang tidak boleh dilakukan saat Hari Raya Imlek. Tak hanya pantang dilakukan di hari pertama Kalender Lunar, namun juga di hari kedua.

Sebab, hari pertama dan kedua di Kalender Lunar dianggap sebagai hari lahir Dewa Air. Mencuci pakaian yang tentunya menggunakan air dianggap tidak menghormati Dewa Air.

Diyakini jika membuang air setelah mencuci pakaian berarti membuang kekayaan di sepanjang tahun.

5. Memberikan Hadiah Jam, Gunting, dan Buah Pir
Di hari perayaan Imlek, masyarakat Tionghoa mempercayai jika memberikan barang-barang tertentu akan mendatangkan keburukan. Barang-barang yang dimaksud adalah jam, gunting, dan buah pir.

6. Menggunakan Gunting dan Pisau
Ada anggapan jika menggunakan gunting pada hari pertama perayaan Imlek berarti mengajak orang lain untuk bertengkar atau mengundang permusuhan di masa yang akan datang.

Di sisi lain, menggunakan pisau pada hari perayaan Imlek juga jadi suatu pantangan. Pasalnya, menggunakan pisau dianggap sebagai sebuah kesialan dan akan mendatangkan celaka.

7. Jumlah Ganjil pada Angpao
Angpao menjadi salah satu hal yang paling dinantikan oleh anak kecil hingga dewasa. Namun, ada satu hal yang perlu untuk diperhatikan saat memberikan angpao, yakni jumlah nominal uang tidak boleh ganjil. Masyarakat Tionghoa menyukai angka genap dan menganggap jika angka tersebut dapat menggandakan kebaikan.

Meski begitu, mereka juga menghindari untuk menggunakan angka-angka sial, seperti 4 dan 40. Dua angka itu dianggap seperti kematian dalam Bahasa Mandarin atau China.

Itulah ulasan mengenai hal yang tidak boleh dilakukan saat Hari Raya Imlek. Semoga bermanfaat! (inews/ss)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com