Jakarta, SeputarSumut — Anggapan mengenai larangan memasukkan makanan yang masih panas secara langsung ke dalam lemari pendingin rupanya masih diyakini oleh sebagian besar masyarakat. Padahal, para pakar kesehatan mengungkapkan bahwa tindakan menaruh hidangan hangat ke dalam kulkas justru merupakan metode paling ideal dalam mempertahankan mutu konsumsi. Sampai detik ini, keraguan publik untuk mempraktikkan hal tersebut dipicu oleh kekhawatiran akan potensi kerusakan pada kestabilan suhu internal mesin pendingin mereka.
Akibat dari kekhawatiran tersebut, sejumlah orang memutuskan untuk membiarkan hidangan sisa mendingin dengan sendirinya di atas meja dalam suhu ruangan sebelum dipindahkan ke tempat penyimpanan. Namun demikian, para ahli di bidang keamanan pangan memperingatkan bahwa tindakan mendiamkan makanan di luar seperti itu sebetulnya memicu potensi bahaya yang lebih besar terkait penularan serta perkembangan kuman.
Pernik Ragam: Ahli Keamanan Pangan Sarankan Simpan Makanan Panas Langsung ke Kulkas untuk Cegah Bakteri
Berdasarkan laporan dari Delish (15/05/2026), Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memberikan pemaparan bahwa aspek paling krusial dalam mengelola makanan sisa (leftover) adalah mempercepat proses penurunan suhunya sesegera mungkin. Langkah taktis ini diperlukan agar kuliner tersebut tidak mengendap terlalu lama dalam rentang suhu 4 sampai 60 derajat Celsius yang dikenal sebagai ‘danger zone’ atau zona bahaya, di mana pada kondisi tersebut mikroorganisme merugikan dapat melipatgandakan jumlahnya dalam tempo singkat.
Dengan begitu, sajian sisa seperti sup ayam, rendang, ataupun masakan tumis yang sengaja ditaruh dalam waktu lama di area meja makan justru memikul ancaman kontaminasi yang jauh lebih tinggi. Kondisi ini dinilai jauh lebih berisiko dibandingkan jika makanan tersebut langsung dimasukkan dan disimpan ke dalam lemari pendingin.
Demi memastikan proses penurunan suhu makanan berjalan secara aman sekaligus kilat, kelompok penasihat kesehatan membagikan beberapa tips praktis. Hidangan sisa yang porsinya tergolong besar sangat dianjurkan untuk dipisahkan lalu didistribusikan ke dalam beberapa tempat penyimpanan kecil, ketimbang menumpuknya di satu tempat berukuran besar. Pola penataan seperti ini efektif mempercepat pelepasan suhu hangat lantaran area permukaan hidangan yang berinteraksi langsung dengan udara menjadi jauh lebih lebar.
Di samping itu, pemanfaatan wadah penyimpanan yang tingkat kedalamannya rendah, yaitu berkisar di angka 10 sentimeter atau 4 inci ke bawah, dengan bagian pembatas sisi yang pendek sangat direkomendasikan untuk digunakan.
Tempat penyimpanan jenis ini biasa dikategorikan sebagai wadah dangkal yang memiliki keunggulan dalam menurunkan temperatur kuliner secara akseleratif dan merata, dengan tujuan utama meminimalkan durasi makanan terjebak di dalam danger zone.
Rekomendasi lain dari para pakar pangan adalah pemakaian wadah yang diproduksi dari bahan logam ataupun stainless steel pada fase awal penyimpanan kuliner panas tersebut. Sifat dasar material logam yang unggul dalam menghantarkan energi panas dinilai jauh lebih efektif ketimbang bahan plastik atau kaca, sehingga memberikan kontribusi besar dalam mempercepat pendinginan.
Apabila suhu hidangan tersebut dirasa sudah benar-benar turun dan dingin, pemilik rumah diperbolehkan untuk memindahkan isi makanan ke jenis wadah penyimpanan sekunder lainnya sesuai dengan preferensi masing-masing.
Pihak USDA turut menganjurkan agar setiap sisa makanan dipasang penutup secara rapat demi menjaga kadar kelembapan kuliner, sekaligus memitigasi risiko kontaminasi aroma dari bahan pangan lain yang tersimpan di dalam kulkas. Di samping itu, penempatan wadah makanan hangat idealnya diposisikan pada area rak yang memiliki sistem sirkulasi udara dingin optimal supaya eskalasi penurunan suhu dapat berjalan optimal.
Para spesialis di bidang ini juga menegaskan kembali bahwa keberadaan masakan panas tersebut tidak akan memicu kerusakan pada kualitas bahan makanan lain di sekitarnya, maupun mengacaukan regulasi suhu internal lemari es. Perangkat kulkas versi modern pada era sekarang secara umum sudah dibekali teknologi tangguh yang mampu menetralisasi sedikit lonjakan suhu yang ditimbulkan oleh masuknya beberapa wadah makanan hangat.(*/dtk)


