Iklan PT Indako Trading Coy
Minggu, Juni 21, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
SS
SeputarSumut
Advertisement
Beranda Internasional

Aryatara Shakya, Bocah 2 Tahun yang Baru Dinobatkan sebagai Dewi Hidup ‘Kumari’ Nepal

Oleh Redaksi 15
Kamis, 2 Oktober 2025
Foto: Aryatara Shakya, Bocah 2 Tahun yang Baru Dinobatkan sebagai Dewi Hidup ‘Kumari’ Nepal
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut – Pada hari Selasa (30/9) waktu setempat, di tengah perayaan festival Hindu terbesar dan terpenting Nepal, Indra Jatra, seorang bocah perempuan berusia dua tahun secara resmi ditahbiskan.  Aryatara Shakya yang baru menginjak 2 tahun 8 bulan, kini mengemban gelar Kumari atau yang dikenal sebagai “dewi perawan” atau “Dewi Hidup” Nepal.

Penahbisan Aryatara menandai penggantian dewi yang lama, yang secara tradisional harus melepaskan gelarnya setelah mencapai masa pubertas. Kumari merupakan sosok yang sangat dihormati oleh umat Hindu maupun Buddha di Nepal, di mana dia menjadi perwujudan dewi.

Dunia Internasional: Aryatara Shakya, Bocah 2 Tahun yang Baru Dinobatkan sebagai Dewi Hidup ‘Kumari’ Nepal

Iklan Indako SeputarSumut

Keluarga Shakya kemudian menggendong sang bocah dari rumah mereka di gang-gang kota Kathmandu menuju istana kuil. Prosesi ini diiringi oleh kerabat, teman, serta ribuan umat Hindu dan Buddha yang datang memberi penghormatan.

Klan Shakya dari komunitas Newar, yang merupakan penduduk asli lembah Kathmandu, adalah satu-satunya kelompok yang berhak dipilih sebagai Kumari. Calon dewi biasanya dipilih dari rentang usia 2 hingga 4 tahun, dan harus memenuhi sejumlah persyaratan ketat seperti memiliki kulit, rambut, serta gigi yang bersih tanpa cacat, dan yang terpenting, tidak boleh takut pada kegelapan.

Ayah Aryatara, Ananta Shakya, mengungkapkan sentimennya setelah penobatan, “Kemarin dia masih putri saya, tapi hari ini dia bagaikan seorang dewi,” ujarnya seperti dikutip CNN. Ananta Shakya bahkan mengeklaim telah merasakan tanda-tanda khusus bahwa putrinya akan menjadi dewi sejak sang istri mengandung.

Berita Terkait

UNICEF Laporkan Satu Anak Palestina Terbunuh Setiap Hari di Gaza Selama Masa Gencatan Senjata

Tiongkok dan Rusia Dukung Nota Kesepahaman Damai Amerika Serikat dengan Iran

“Saat hamil, istri saya bermimpi menjadi seorang dewi dan kami tahu dia akan menjadi seseorang yang sangat istimewa,” ungkap sang ayah, meyakini takdir putrinya.

Sepanjang prosesi, para umat berbaris rapi untuk memberikan penghormatan tertinggi kepada dewi baru tersebut. Bentuk penghormatan dilakukan dengan menyentuh Kumari menggunakan dahi mereka, serta mempersembahkan bunga dan uang.

Setelah ditahbiskan, para Kumari akan menjalani kehidupan yang terkurung di dalam istana kuil. Mereka hanya diizinkan untuk meninggalkan istana beberapa kali dalam setahun untuk menghadiri festival-festival tertentu dan hanya memiliki sedikit teman yang terpilih.

Mantan Kumari kerap menghadapi tantangan besar saat harus beradaptasi kembali dengan kehidupan normal dan bersekolah di sekolah umum. Ada pula cerita rakyat Nepal yang menyebutkan bahwa laki-laki yang menikahi mantan Kumari akan meninggal muda, sehingga banyak di antara mereka yang memilih untuk tetap melajang.

Namun, tradisi ini telah mengalami banyak perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Kini, Kumari diizinkan untuk menerima pendidikan melalui guru privat di dalam istana kuil. Bahkan, mereka kini diizinkan memiliki pesawat televisi untuk hiburan.

Pemerintah Nepal juga telah mengakui kontribusi mereka dengan menawarkan sejumlah kecil uang pensiun bulanan, sekitar $110, kepada para Kumari yang telah purna tugas.

Kumari yang baru dijadwalkan akan memberikan berkat kepada para umat, termasuk presiden, pada hari Kamis mendatang, menandai dimulainya masa jabatannya sebagai dewi hidup.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Salurkan Santunan ke 11 Yayasan Melalui Program Pertamina Berkah
  • Satgas PASTI Hentikan Aktivitas KOL yang Promosikan Pedagang Aset Keuangan Digital Ilegal
  • Kios Servis Elektronik di Kuta Baro Aceh Besar Ludes Terbakar pada Sabtu Dini Hari
  • Hasil Piala Dunia 2026 Grup D: Paraguay Tundukkan Turki 1-0 Lewat Gol Cepat Galarza dan Kartu Merah Almiron
  • UNICEF Laporkan Satu Anak Palestina Terbunuh Setiap Hari di Gaza Selama Masa Gencatan Senjata
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan

@ 2020 SeputarSumut.com

Situs web ini menggunakan cookie. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda memberikan persetujuan terhadap penggunaan cookie. Kunjungi Kebijakan Privasi dan Cookie kami.