Jakarta, SeputarSumut – Presiden Donald Trump bersama jajaran penasihatnya kini tengah serius mendiskusikan beragam pilihan strategis untuk menguasai Greenland. Pernyataan resmi ini disampaikan langsung oleh pihak Amerika Serikat terkait rencana ambisius tersebut.
Pemerintahan saat ini menempatkan akuisisi wilayah Greenland sebagai prioritas utama dalam agenda keamanan mereka. Gedung Putih menegaskan bahwa langkah ini sangat krusial bagi posisi Amerika di kancah global.
Dunia Internasional: AS Incar Greenland demi Keamanan Nasional
Langkah pengambilalihan Greenland tersebut bahkan tidak menutup kemungkinan untuk melibatkan kekuatan militer. Berdasarkan keterangan resmi dari Gedung Putih, jalur tersebut tetap masuk dalam pertimbangan matang otoritas Amerika.
“Opsi penggunaan militer Amerika Serikat akan selalu tersedia,” tegas pihak Gedung Putih sebagaimana dilaporkan oleh Al Jazeera pada Selasa (6/1).
Selain jalur kekuatan, sumber di internal pemerintahan AS mengungkapkan adanya alternatif lain melalui skema pembelian. Amerika mempertimbangkan untuk menebus Greenland secara resmi dari tangan pemerintah Denmark.
Ambisi untuk memiliki wilayah tersebut dipastikan tidak akan meredup dalam waktu dekat. Sejumlah pejabat menekankan bahwa keinginan Trump terhadap Greenland merupakan komitmen jangka panjang pemerintahannya.
Retorika imperialis kembali digaungkan oleh Trump dengan menyatakan kebutuhan mendesak atas Greenland setelah sebelumnya melakukan aksi militer di Venezuela. Ia menghubungkan kepentingan ini dengan keberhasilan operasi penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
“Ditinjau dari perspektif keamanan nasional, kami sangat membutuhkan Greenland, dan Denmark tidak akan sanggup mengelolanya sendirian,” tutur Trump saat memberikan keterangan kepada awak media di dalam pesawat Air Force One.
Intervensi Amerika Serikat di Venezuela sebelumnya memang mengandalkan kekuatan militer penuh. Meskipun misi tersebut membuahkan hasil, tindakan tersebut menuai gelombang kritik dan kecaman dari masyarakat internasional.
Pasca keberhasilan misi di Amerika Selatan tersebut, Trump langsung mengeluarkan pernyataan yang memicu kontroversi. Ia mengumumkan secara terbuka bahwa Amerika Serikat akan segera mengambil alih kendali atas sumber daya minyak Venezuela.
Kebutuhan akan wilayah tersebut kembali ditegaskan Trump dalam sesi wawancara khusus dengan The Atlantic. Ia berulang kali menyatakan bahwa Greenland merupakan elemen vital bagi kepentingan domestik Amerika Serikat.
“Hal yang sudah sangat jelas bagi kami adalah Greenland merupakan komponen utama untuk memperkuat pertahanan nasional,” tegas Trump lebih lanjut.
Sikap agresif Amerika ini langsung mendapatkan reaksi keras dan kecaman dari otoritas terkait di Eropa. Pemerintah Denmark bersama Perdana Menteri Greenland, Jens Frederik Nielsen, menyatakan penolakan tegas atas klaim tersebut.
“Kesabaran kami sudah habis. Tidak boleh ada lagi tekanan, sinyalemen, ataupun imajinasi liar mengenai aneksasi terhadap wilayah Greenland,” pungkas Nielsen dalam pernyataan resminya.(*/cnni)


