Jakarta, SeputarSumut — Sosok yang telah memegang otoritas politik dan agama tertinggi di Iran sejak tahun 1989, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan telah tutup usia. Kepemimpinan panjang Khamenei berakhir setelah dirinya menjadi sasaran dalam operasi militer skala besar yang mengguncang stabilitas kawasan Timur Tengah tersebut.
Masa berkabung selama 40 hari serta tujuh hari libur nasional kini resmi dideklarasikan oleh Pemerintah Iran sebagai penghormatan terakhir. Informasi mengenai penetapan masa duka ini disiarkan oleh media semi-pemerintah, Fars, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera pasca-pengumuman kematian sang Pemimpin Tertinggi.
Dunia Internasional: Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Iran Umumkan Masa Berkabung Nasional
Kematian Ali Khamenei terkonfirmasi setelah adanya gempuran militer gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel ke wilayah kedaulatan Iran pada Sabtu (28/2). Serangan terkoordinasi tersebut menyasar titik-titik vital, termasuk pusat komando tertinggi negara tersebut.
Saluran televisi pemerintah Iran, IRIB, turut mempertegas kabar duka tersebut dengan menyebutkan bahwa sang pemimpin telah gugur. “Pemimpin tertinggi Iran telah syahid,” lapor IRIB sebagaimana dikutip dari CNN pada Minggu (1/3), tak lama setelah serangan habis-habisan yang dilancarkan pihak sekutu.
Laporan detail mengenai peristiwa tersebut diungkapkan oleh media Fars, yang menyebutkan bahwa Khamenei terbunuh tepat pada Sabtu dini hari waktu setempat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, serangan tersebut menghantam lokasi keberadaan sang pemimpin saat ia tengah berada di lingkungan kerjanya.
Secara lebih rinci, Fars Iran menjelaskan bahwa Pemimpin Tertinggi tersebut tewas di kantor pribadinya saat sedang menjalankan tugas-tugas kenegaraan. Insiden maut itu terjadi di tengah keheningan Sabtu pagi (28/2) ketika proyektil-proyektil berat menghancurkan area perkantoran tersebut.
Konfirmasi atas tewasnya Khamenei juga datang dari pihak Gedung Putih melalui pernyataan Presiden AS Donald Trump. Senada dengan hal tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu turut memberikan indikasi kuat bahwa target utama mereka dalam operasi gabungan tersebut telah berhasil dilumpuhkan.
Operasi penghancuran kediaman Ali Khamenei dilaporkan melibatkan kekuatan udara yang sangat besar dengan menjatuhkan sedikitnya 30 bom. Media Israel Channel 12, mengutip Times of Israel, mengungkapkan bahwa Israel telah melakukan koordinasi intensif dengan AS sebelum menghujani kompleks kediaman tersebut dengan puluhan bahan peledak.
Kini, Iran berada di bawah bayang-bayang duka mendalam setelah pihak berwenang lewat media Fars mendeklarasikan berakhirnya era kepemimpinan Khamenei. Seluruh aktivitas kenegaraan dihentikan sementara seiring dengan dimulainya masa berkabung nasional yang telah ditetapkan oleh otoritas Teheran.(*/cnni)


