Jakarta, SeputarSumut — Istilah merokok gaya baru atau new smoking kini mulai disematkan oleh para pakar kesehatan dunia terhadap kebiasaan duduk dalam durasi yang lama karena tingkat bahayanya yang setara. Sebuah penelitian terkini mengungkapkan bahwa perilaku menetap ini tetap membawa risiko gangguan jantung yang signifikan bagi seseorang meskipun mereka rutin melakukan olahraga.
Aktivitas pekerjaan yang mengharuskan seseorang berada di belakang meja sering kali menjadi penyebab utama tubuh terpaku pada kursi untuk waktu yang sangat panjang. Kondisi ini secara nyata mengundang berbagai ancaman kesehatan yang serius termasuk peningkatan risiko serangan jantung yang patut diwaspadai.
Pernik Ragam: Bahaya Duduk Terlalu Lama bagi Kesehatan Jantung dan Cara Mengantisipasinya Menurut Studi Terbaru
Berdasarkan laporan penelitian yang dipublikasikan dalam American College of Cardiology terungkap bahwa durasi olahraga intensitas sedang maupun berat selama satu minggu mungkin tidak akan cukup untuk menghapus seluruh risiko kardiovaskular. Hal ini terutama berlaku bagi mereka yang menjalani gaya hidup sedenter atau kurang gerak dalam kesehariannya.
Mengenai kaitan antara durasi duduk dengan risiko jantung para peneliti telah melakukan analisis mendalam terhadap data pelacak aktivitas mingguan dari U.K. Biobank. Lebih dari 89 ribu data diperiksa untuk memantau berapa lama seseorang duduk dalam sehari serta seberapa banyak aktivitas fisik sedang hingga berat yang dilakukan dalam kurun waktu satu dekade.
Fokus utama dari riset tersebut adalah untuk melihat kaitan antara kebiasaan duduk dengan potensi munculnya penyakit fibrilasi atrium atau detak jantung tidak teratur serangan jantung gagal jantung hingga kematian akibat komplikasi kardiovaskular. Pemantauan ini dilakukan secara konsisten guna mendapatkan hasil yang akurat mengenai dampak jangka panjang dari kebiasaan tersebut.
Data yang terkumpul menunjukkan bahwa individu yang memiliki gaya hidup tidak aktif berisiko tinggi terkena berbagai masalah kardiovaskular yang disebutkan sebelumnya. Bagi mereka yang menghabiskan waktu duduk lebih dari 10,6 jam dalam sehari di luar waktu tidur memiliki peluang hingga 60 persen lebih tinggi untuk mengalami gagal jantung atau meninggal dunia karena masalah jantung.
Di sisi lain riset ini juga menemukan secercah harapan bahwa risiko fibrilasi atrium dan serangan jantung dapat dikurangi secara signifikan melalui aktivitas fisik. Seseorang yang terlalu banyak duduk disarankan melakukan olahraga sedang hingga berat minimal selama 150 menit per minggu atau lebih untuk menekan risiko tersebut.
Namun sayangnya rutinitas olahraga tersebut ternyata hanya mampu mengurangi sebagian kecil dari risiko gagal jantung serta kematian akibat gangguan kardiovaskular. Temuan ini menegaskan bahwa olahraga saja tidak menjadi solusi tunggal untuk menangkal dampak buruk dari kebiasaan duduk yang terlalu lama.
Menjelaskan penyebab mengapa duduk lama berbahaya bagi jantung ahli kardiologi Rigved Tadwalkar memberikan pandangannya melalui Women’s Health Magazine. Beliau memaparkan bahwa minimnya pergerakan tubuh akan mengakibatkan sirkulasi darah melambat sekaligus memperlemah kondisi otot jantung manusia.
Lebih lanjut kondisi kurang gerak ini juga berkontribusi langsung pada penambahan berat badan yang tidak sehat serta memicu tekanan darah tinggi dan resistensi insulin. Selain itu kebiasaan duduk diam dalam waktu yang lama dapat meningkatkan peradangan di dalam tubuh yang sering kali menjadi akar dari berbagai penyakit kronis lainnya.
Langkah utama untuk memutus rantai risiko ini adalah dengan mulai meningkatkan intensitas pergerakan tubuh dan mengurangi durasi diam di kursi. Hal ini sejalan dengan berbagai riset sebelumnya yang secara konsisten menghubungkan perilaku menetap dengan ancaman penyakit mematikan.
Sebagai tahap awal kamu bisa mencoba untuk mengambil jeda istirahat dari posisi duduk dan membiasakan diri berdiri setiap 30 menit sekali. Perubahan kecil ini dianggap sangat efektif untuk mengaktifkan kembali metabolisme tubuh dan melancarkan aliran darah.
Merujuk pada anjuran dari Mayo Clinic terdapat beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengurangi durasi duduk. Kamu disarankan untuk tetap berdiri ketika sedang melakukan percakapan di telepon atau saat menonton acara televisi di rumah.
Bagi mereka yang bekerja di kantor penggunaan standing desk atau meja berdiri bisa menjadi alternatif yang sangat baik agar posisi tubuh tidak terus menerus duduk. Inovasi lingkungan kerja ini sangat membantu dalam menjaga postur tubuh dan meningkatkan pembakaran kalori harian.
Tips lainnya adalah mencoba melakukan rapat atau meeting sambil berjalan kaki daripada hanya duduk diam di dalam ruangan yang tertutup. Metode ini tidak hanya menyehatkan fisik tetapi juga sering kali dipercaya dapat meningkatkan kreativitas dan konsentrasi saat berdiskusi.
Terakhir kamu juga bisa mencoba menyelesaikan beberapa pekerjaan ringan sambil berjalan santai di atas treadmill jika fasilitas tersebut tersedia. Dengan menerapkan berbagai kebiasaan aktif ini diharapkan risiko penyakit jantung akibat terlalu lama duduk dapat diminimalisir secara optimal.(*/cnni)


