Rabu, Juli 1, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Bahaya Mengonsumsi Makanan Sisa Simak Daftar Menu yang Berisiko Bagi Kesehatan

Oleh Redaksi 15
Minggu, 5 April 2026
Foto: ilustrasi nasi putih.

ilustrasi nasi putih.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut — Kebiasaan menyimpan sisa makanan untuk disantap kembali ternyata tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena adanya risiko kesehatan. Anda sebaiknya berpikir ulang sebelum memutuskan untuk mengamankan makanan yang tidak habis karena alasan sayang untuk dibuang.

Terdapat kategori hidangan tertentu yang justru dianggap jauh lebih berbahaya bagi tubuh apabila dikonsumsi setelah disimpan dalam jangka waktu lama. Jenis makanan apa sajakah yang masuk dalam daftar waspada tersebut?

Pernik Ragam: Bahaya Mengonsumsi Makanan Sisa Simak Daftar Menu yang Berisiko Bagi Kesehatan

Iklan Indako SeputarSumut

Fenomena lapar mata sering kali membuat seseorang memasak atau membeli hidangan dalam porsi berlebihan karena khawatir merasa kurang. Namun pada akhirnya makanan tersebut sering kali tersisa di meja makan akibat perut yang sudah merasa terlalu kenyang.

Penting untuk dipahami bahwa tidak semua jenis kuliner memiliki karakteristik yang sama dalam hal ketahanan. Beberapa jenis menu sangat dianjurkan untuk segera dibuang jika tidak habis karena potensi keracunan makanan menjadi ancaman utama jika Anda memaksakan diri menyimpannya.

Masalah keracunan umumnya dipicu oleh paparan bakteri jamur atau patogen berbahaya lainnya pada asupan yang kita konsumsi. Kesalahan dalam metode penyimpanan sisa makanan menjadi salah satu faktor kunci yang memicu kontaminasi zat berbahaya tersebut.

Berita Terkait

Ragam Manfaat Rebusan Daun Bawang untuk Kesehatan Tubuh dan Cara Mengolahnya

Panduan Batas Aman Konsumsi Kafein Bagi Ibu Menyusui dan Daftar Minuman yang Perlu Diwaspadai Menurut WebMD

Berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber medis terdapat beberapa jenis makanan sisa yang sangat tidak disarankan untuk disimpan guna dikonsumsi di kemudian hari.

1 Nasi

Kandungan pati dan kelembapan yang tinggi menjadikan nasi sebagai tempat berkembang biak yang sangat ideal bagi mikroorganisme menurut laporan All Recipes. Ancaman utama berasal dari bakteri Bacillus cereus yang mampu menghasilkan spora tahan panas sehingga tetap bertahan meski suhu sedang tinggi.

Pertumbuhan bakteri ini akan memasuki zona bahaya saat makanan berada di suhu ruangan antara 5 hingga 57 derajat Celcius. Pada rentang suhu inilah mikroba jahat mulai mengontaminasi struktur nasi dengan sangat cepat.

Ahli gizi Clark Casarella menjelaskan bahwa jumlah bakteri bisa berlipat ganda hanya dalam waktu 15 sampai 20 menit jika nasi dibiarkan di suhu yang tidak tepat. Ia menambahkan bahwa dalam satu jam jumlah bakteri tersebut bahkan bisa melonjak hingga delapan kali lipat dari jumlah semula.

Meskipun Anda mencoba memanaskannya kembali nasi tetap berpotensi menjadi sarang bagi Bacillus cereus yang resisten terhadap suhu panas. Risiko yang sama juga mengintai sumber karbohidrat lainnya yang memiliki tekstur serupa seperti pasta dan kentang.

Nasi pada dasarnya adalah pati yang basah sehingga jika dibiarkan tanpa penanganan yang benar akan menunjukkan pertumbuhan bakteri yang sangat masif menurut penjelasan Casarella.

2 Piza

Potensi keracunan makanan juga bisa muncul dari piza yang sudah matang melalui berbagai cara termasuk saat kondisinya sudah mulai basi. Hal ini sering kali diabaikan karena piza dianggap sebagai makanan yang cukup praktis untuk disimpan.

Mengutip The Independent selain faktor adonan tepung penggunaan rempah kering seperti oregano yang ditaburkan di atas piza juga sangat rentan terhadap serangan mikroba. Kontaminasi ini biasanya terjadi akibat prosedur penyimpanan yang tidak memenuhi standar kebersihan.

Beberapa jenis patogen mematikan diketahui mampu bertahan hidup pada rempah kering tersebut termasuk bakteri Salmonella dan Bacillus cereus. Keduanya merupakan pemicu utama gangguan pencernaan dan keracunan serius.

Proses pemanasan ulang tidak selalu menjamin keamanan karena rempah kering yang sudah terlalu lama berada di suhu ruangan dapat menjadi tempat tinggal sempurna bagi kuman. Hal ini membuat piza sisa menjadi sangat berisiko bagi sistem imun manusia.

Solusi terbaik agar piza tetap aman dikonsumsi kembali adalah dengan memasukkannya ke dalam lemari es maksimal dua jam setelah disajikan. Pastikan piza diletakkan dalam wadah yang kedap udara dan segera dihabiskan dalam kurun waktu tidak lebih dari dua hari.

3 Ayam

Daging ayam yang sudah diolah diketahui memiliki sifat yang sangat mudah rusak segera setelah suhunya mendingin. Tingginya kadar nutrisi dan air serta tingkat keasaman yang rendah menjadi faktor pendukung utama bagi pertumbuhan bakteri penyebab penyakit.

Penerapan cara penyimpanan yang benar menjadi sangat krusial terutama jika proses pengolahan awal daging ayam tersebut tidak matang secara sempurna. Ayam yang kurang matang menyimpan risiko kontaminasi bakteri yang jauh lebih besar bagi konsumennya.

Pertumbuhan kuman di dalam jaringan daging dapat terus berlangsung meskipun makanan tersebut sudah dimasukkan ke dalam kulkas apabila ada bagian kecil yang tidak matang total. Oleh karena itu ketelitian dalam memasak dan menyimpan daging ayam harus menjadi prioritas utama.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com