Tapteng, SeputarSumut – Kemacetan panjang yang melibatkan ribuan kendaraan tidak terhindarkan di Jalan Lintas Kolang-Barus. Kondisi ini dipicu oleh genangan air di badan jalan setelah wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng) diguyur hujan deras sejak Jumat pagi. Ketinggian air yang mencapai sekitar 60 sentimeter menyebabkan kemacetan arus lalu lintas hingga sekitar satu kilometer.
Menurut pantauan Mistar di lapangan, sejumlah pengemudi kendaraan roda empat terpaksa harus mengantre untuk melewati bagian jalan yang tergenang. Sementara itu, banyak pengendara roda dua memilih untuk menunda perjalanan atau tidak melintas sama sekali, khawatir kendaraan mereka akan mogok akibat air.
Kabar Daerah: Banjir Tapteng: Lintas Kolang-Barus Macet Total
Banjir tidak hanya melumpuhkan badan jalan; air juga dilaporkan telah memasuki sejumlah rumah penduduk yang terletak di sepanjang jalur lintas tersebut.
Petugas gabungan dari berbagai instansi terlihat di lokasi. Mereka termasuk personel kepolisian dan TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng, personel Satpol PP, serta Pemerintah Kecamatan, dibantu oleh warga setempat. Mereka berupaya mengatur arus lalu lintas dan mengarahkan pengemudi ke bagian jalan dengan genangan air yang lebih dangkal.
Rudy Manurung, salah seorang warga setempat, menyampaikan kronologi kejadian bahwa banjir sudah terjadi sejak hari Jumat (21/11/2025) pukul 07.00 WIB dan masih berlangsung hingga Sabtu (22/11/2025) pagi.
“Para pengemudi diimbau untuk ekstra hati-hati, mengingat kondisi air saat ini masih tinggi dan belum ada kepastian kapan akan surut,” ujarnya menekankan.
Camat Kolang, Pahala Nababan, menjelaskan bahwa ada empat titik utama di Kecamatan Kolang yang mengalami kemacetan akibat banjir ini, yaitu Tigoran KM 27 Kelurahan Kolang Nauli, Kelurahan PO Hurlang, Desa Satahi Nauli, dan Desa Rawa Makmur.
”Empat lokasi ini memang dikenal sebagai daerah yang rawan banjir setiap kali terjadi hujan deras semalaman. Kemarin, banjir baru surut perlahan setelah pukul 12 malam, dan saat ini meskipun sudah mulai surut, badan jalan masih tergenang air,” kata Pahala.
Pahala juga mengklarifikasi bahwa jalur yang terkena dampak merupakan jalan dengan kewenangan Provinsi Sumatera Utara (Sumut), bukan jalan kabupaten. Ia menambahkan bahwa insiden banjir ini telah dilaporkan kepada Bupati. Laporan tersebut bertujuan agar diajukan usulan kepada Pemerintah Provinsi Sumut terkait pengerjaan peninggian badan jalan dan pembuatan gorong-gorong di keempat titik rawan banjir tersebut.
”Dengan adanya peninggian badan jalan dan gorong-gorong yang memadai, jalan ini diharapkan tidak lagi menjadi langganan banjir saat musim hujan tiba,” harapnya.
Lebih lanjut, ia menginformasikan bahwa Ketua TP PKK Tapteng Rismawaty Masinton Pasaribu, bersama Staf Ahli I TP PKK Tapteng Masnoni Mahmud Efendi, baru-baru ini telah mengunjungi langsung lokasi banjir di Kecamatan Kolang untuk mendistribusikan bantuan kepada warga yang terdampak.
“Ini merupakan manifestasi kepedulian dan rasa keprihatinan TP PKK bersama Pemkab Tapteng atas musibah yang terjadi sebagai dampak curah hujan tinggi yang berlangsung selama enam hari terakhir,” pungkasnya.(*/mst)


