Jakarta, SeputarSumut — Masyarakat umum sering kali memiliki anggapan yang keliru dengan mengira bahwa kencing batu dan batu ginjal merupakan satu jenis penyakit yang sama. Walaupun keduanya menyandang istilah ‘batu’ dan memiliki kemiripan nama, secara medis kedua kondisi ini memiliki perbedaan yang cukup mendasar.
Munculnya persepsi tersebut biasanya didasari pada fakta bahwa baik kencing batu maupun batu ginjal dipicu oleh proses pengkristalan mineral di dalam urine. Kendati demikian, terdapat perbedaan signifikan jika ditinjau dari lokasi terbentuknya kristal tersebut, gejala klinis yang dirasakan pasien, hingga berbagai faktor risiko yang menyertainya.
Pernik Ragam: Beda Kencing Batu dan Batu Ginjal yang Serupa
Bagi Anda yang ingin mengetahui apa beda kencing batu dan batu ginjal, berikut adalah uraian lengkap yang dirangkum dari berbagai sumber medis:
1. Lokasi Pembentukan
Perbedaan yang paling mencolok antara kedua gangguan kesehatan ini dapat dilihat dari letak atau posisi di mana batu tersebut terbentuk.
Letak kencing batu
Saluran kemih bagian bawah, khususnya di uretra atau kandung kemih, menjadi tempat utama terbentuknya kencing batu. Berdasarkan penjelasan dari Mayo Clinic, masalah ini timbul ketika konsentrasi mineral dalam urine yang sangat pekat mulai mengkristal dan mengeras.
Batu yang berukuran kecil dalam jumlah sedikit sering kali dapat luruh dengan sendirinya saat seseorang membuang air kecil. Namun, tindakan medis profesional biasanya sangat diperlukan apabila batu sudah berukuran besar atau jumlahnya sudah terlalu banyak.
Letak batu ginjal
Berbeda dengan jenis sebelumnya, batu ginjal muncul di dalam organ ginjal akibat tumpukan garam dan mineral yang mengkristal. Secara statistik, kasus medis yang melibatkan batu ginjal lebih banyak ditemukan di tengah masyarakat dibandingkan kasus kencing batu.
2. Indikasi dan Gejala
Walaupun sama-sama disebabkan oleh material padat, reaksi tubuh atau gejala yang ditimbulkan oleh kedua kondisi ini memiliki karakteristik tersendiri.
Gejala kencing batu
Keluhan biasanya jarang terasa ketika batu masih berukuran kecil atau masih dalam tahap perkembangan awal. Rasa tidak nyaman umumnya baru akan muncul saat kondisi mulai memburuk, dengan tanda-tanda sebagai berikut:
* Rasa nyeri pada perut bagian bawah
* Frekuensi buang air kecil meningkat namun volumenya sedikit
* Timbul rasa sakit saat sedang berkemih (disuria)
* Urine bercampur dengan darah (hematuria)
* Terjadi infeksi saluran kemih (ISK)
Gejala batu ginjal
Penderita batu ginjal biasanya merasakan gejala dengan lebih cepat, terutama jika batu mulai menyumbat jalur uretra atau ureter. Beberapa keluhan yang sering dilaporkan antara lain:
* Nyeri yang sangat hebat di area punggung, selangkangan, atau perut bawah
* Kondisi urine berdarah
* Keinginan untuk terus-menerus buang air kecil
* Nyeri saat berkemih dengan jumlah urine yang terbatas
* Urine tampak keruh serta mengeluarkan aroma menyengat
* Muncul rasa mual hingga muntah-muntah
* Tubuh mengalami demam dan menggigil
3. Faktor Penyebab
Masalah kurangnya asupan cairan menjadi benang merah yang menyebabkan kedua penyakit ini muncul, namun ada pemicu spesifik lainnya.
Penyebab kencing batu
Sejumlah faktor yang sering kali menjadi pemicu timbulnya kencing batu adalah:
* Kurangnya konsumsi air putih sehari-hari
* Kondisi tubuh yang terlalu lama berbaring
* Terjadinya pembesaran prostat
* Pemakaian alat kateter dalam durasi yang panjang
* Memiliki riwayat diabetes, stroke, cedera tulang belakang, atau operasi pada kandung kemih
* Kondisi turunnya kandung kemih (sistokel)
Penyebab batu ginjal
Sedangkan untuk pembentukan batu di ginjal, penyebabnya meliputi:
* Kondisi dehidrasi kronis
* Pola makan yang tinggi protein, garam, atau gula secara berlebihan
* Adanya infeksi pada organ tertentu
* Terganggunya sistem metabolisme di dalam tubuh
4. Faktor Risiko
Aspek lain yang membedakan kedua penyakit ini adalah profil kelompok orang yang berisiko mengalaminya.
Faktor risiko kencing batu
* Kebiasaan kurang minum
* Berada di kelompok usia lanjut
* Pernah menjalani terapi radiasi
* Riwayat medis operasi pembesaran kandung kemih
* Penggunaan kateter Foley dalam jangka waktu lama
Faktor risiko batu ginjal
* Tingginya kadar hormon paratiroid (hiperparatiroidisme)
* Dehidrasi atau kurang minum
* Adanya faktor genetika atau keturunan
* Kelainan struktur pada ginjal
* Penyakit hipertensi dan kegemukan (obesitas)
* Gangguan radang usus
* Penyakit ginjal kistik serta infeksi saluran kemih yang berulang
Demikianlah rincian mengenai perbedaan kencing batu dan batu ginjal yang sangat krusial untuk dipahami. Dengan mengenali perbedaan-perbedaan tersebut, Anda diharapkan dapat lebih peka terhadap sinyal tubuh dan segera melakukan langkah pencegahan agar kondisi kesehatan tetap terjaga.(*/cnni)


