Jakarta – Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hasbiallah Ilyas mengungkapkan bahwa legalisasi judi akan lebih banyak memberikan dampak negatif dibandingkan dengan keuntungan untuk bangsa dan negara Indonesia.
Menurutnya, keuntungan finansial yang didapat dari usaha tersebut tidak sebanding dengan kemungkinan kerugian yang muncul.
Sorot Politik: Begini Kata Anggota DPR RI Fraksi PKB Soal Wacana Legalisasi Judi
“Mudaratnya lebih banyak. Oke itu dapat uang, tapi kerugian, kerusakan sosial dan kultur kita itu lebih banyak,” kata Hasbi dalam diskusi ‘Legalisasi Kasino di Indonesia: Antara Kepastian Hukum, Tantangan Sosial dan Peluang Ekonomi’ yang diselenggarakan oleh Ikatan Wartawan Hukum, Sabtu (7/6).
Hasbi kemudian membahas tentang industri legalisasi perjudian atau kasino yang sudah ada di negara lain. Dia menjelaskan bahwa banyak negara yang mengizinkan perjudian, tetapi para pemainnya adalah orang-orang dari luar negeri. Penduduk setempat justru dilarang untuk ikut bermain.
Sementara untuk Indonesia, dia khawatir masyarakat belum memiliki kesadaran penuh terkait hal itu.
“Kalau judi dibuka di Indonesia, kita bukan merusak orang lain. Kita merusak orang kita sendiri karena kesadaran orang kita belum ada,” imbuhnya.
Dia lantas menegaskan masih banyak sektor yang bisa dimanfaatkan untuk menambah pendapatan negara selain melegalisasi kasino.
Satu di antaranya ialah dengan memperkuat penegakan hukum terhadap kasus-kasus korupsi. Hal itu dibutuhkan supaya aset-aset hasil tindak pidana korupsi bisa masuk ke kas negara.
“Kalau penegakan hukum benar-benar kuat, saya rasa kita enggak perlu melegalkan judi,” tandasnya.
Dilansir dari CNNIndonesia, wacana legalisasi kasino mencuat setelah disinggung oleh Anggota Komisi XI DPR Fraksi Golkar Galih Dimuntur Kartasasmita saat rapat dengan Kementerian Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (8/5) lalu.
Kepada CNNIndonesia.com, Galih menjelaskan maksud pernyataannya tersebut yang menjadi viral.
Galih meminta pemerintah untuk berpikir kreatif dalam mencari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) selain dari sektor sumber daya alam non migas.
Terlebih, kata dia, Indonesia saat ini menggantungkan pemasukan negara pada komoditas SDA migas.
“Nah, kekhawatirannya adalah pada saat komoditas tersebut harganya lagi naik, alhamdulillah PNBP kita naik. Tapi kalau misalnya komoditasnya anjlok, nah, ya lalu gimana. Nah, konteksnya kan itu,” kata Galih saat dikonfirmasi, Rabu (14/5).
Galih kemudian mengambil contoh ekstrem keberhasilan Uni Emirat Arab mencari PNBP di luar SDA non migas dengan membuka kasino.
Namun, dia menegaskan contoh itu bukan bermaksud untuk mendorong pemerintah menjadikan kasino legal demi PNBP baru.
“Hal-hal kreatif atau outside the box yang pemerintah kita bisa lakukan? Itu bahasa saya kalau lihat videonya. Jadi, jangan dipelintir. Itu bahasa saya kalau lihat videonya,” ujar dia.
“Ayo kita bareng-bareng, ini tugas kita semua untuk bersama-sama mencari sumber PNBP baru atau sumber PNBP yang bisa diperluas. Itu bahasa saya. Sangat-sangat simpel kok,” sambungnya.(sg/cnni)


