seputar-Medan | Video yang menampilkan bus listrik yang baru saja diluncurkan Wali Kota Medan Bobby Nasution mogok hingga diderek di Jalan Simpang Wahid Hasyim, beredar luas di media sosial. Kepala Dinas Perhubungan Medan Iswar Lubis membantah bus listrik itu mogok.
Dilihat detikSumut Sabtu (6/1/2024) bus itu terlihat sedang berhenti di simpang Jalan Wahid Hasyim, Medan. “Bus listrik mogok di jalan, kok bisa?,” tulis narasi video itu.
Info Medan: Bus Listrik Mogok di Simpang Wahid Hasyim hingga Diderek
Perekam video itu menuding bus listrik mogok karena lupa mengisi daya.
“Mobil listrik lah pula, mogok busnya, abis, lupa ngecas, ramai juga (di dalam bus),” tutur perekam video.
Di video lainnya terlihat bus listrik itu diderek oleh mobil Dinas Perhubungan Medan. Ada beberapa polisi berseragam terlihat memantau proses bus listrik itu diderek.
Dishub Medan pun menerjunkan mobil derek ke lokasi untuk membawa bus itu tapi belum berhasil.
Pantauan detikSumut, bus listrik itu mogok persis di depan RS Siti Hajar, Jalan Djamin Ginting Medan. Bus listrik itu mogok sekitar pukul 13.30 WIB.
“Udah sekitar 1,5 jam lebih lah, tadi mereka berhenti di setop Siti Hajar terus pas lampu merah mati mobilnya, pas saya tengok di-starter, nggak hidup lagi, penumpang dialihkan ke bus listrik (lain)” ujar jukir yang tidak mau namanya ditulis.
Setelah 1,5 jam mogok, mobil derek Dishub Medan tiba di lokasi. Pihak kepolisian dan Dishub Medan tampak mencoba untuk menderek mobil tersebut hingga saat ini namun belum berhasil.
Akibat dari bus listrik yang mogok ini, kondisi arus lalu lintas di persimpangan Jalan Djamin Ginting dan Jalan Wahid Hasyim tampak macet. Petugas lalu lintas tampak sibuk mengatur arus kendaraan.
Kadishub Medan Iswar Lubis membantah bus listrik itu mogok. Dia mengaku bus itu hanya berhenti hanya persoalan salah teknis.
“Itu bukan mogok, namanya barang baru ya. baru itu bukan hanya di kita, kan itu mobil build up, salah tekan tombol sopirnya itu, mati,” kata Iswar.
Dia mengklaim bus listrik itu kembali hidup tidak lama kemudian. Iswar mencontohkan satu mobil yang bisa saja berhenti di tengah jalan karena kesalahan sopir seperti menggantung klos dan sebagainya.
“Di-startnya balik hidup lagi, cuma masyarakat kan melihat ini nya aja. Bilang ke masyarakat syukuri aja kalau ada nikmat yang datang,” tuturnya.
“Biasanya itu, mungkin gantung klos atau apa? udah jalan mobilnya. Gitu aku dapat informasi, aku telepon udah jalan,” tuturnya. (detiksumut/ss)


