Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy
Jumat, Juni 5, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan PT Indako Trading Coy
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Berita Utama SeputarSumut
Beranda Ekonomi

Cenderung Gunakan Strategi Fundamental, Investasi Jangka Panjang Sekira 3-5 Tahun

Oleh Redaksi 15
Selasa, 7 Maret 2023
Foto: Kepala Perwakilan BEI Provinsi Sumatera Utara, M.Pintor Nasution.(Ist)

Kepala Perwakilan BEI Provinsi Sumatera Utara, M.Pintor Nasution.(Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar–Medan | Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), M Pintor Nasution mengatakan, strategi berinvestasi di pasar saham untuk jangka waktu panjang sekira 3-5 tahun atau bahkan lebih serta cenderung menggunakan strategi fundamental.

“Strategi fundamental merupakan strategi dengan memilih saham-saham dari perusahaan yang memiliki fundamental keuangan yang baik,” kata Pintor di Medan, Senin (06/03/2023).

Berita Ekonomi: Cenderung Gunakan Strategi Fundamental, Investasi Jangka Panjang Sekira 3-5 Tahun

Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy

Pintor bilang, jika sebuah perusahaan memiliki catatan keuangan yang baik selama lima tahun terakhir, dan memiliki prospek bisnis yang bagus dilihat dari sektor usahanya, maka bisa diperkirakan fundamental perusahaan ini akan terus membaik ke depan. Artinya, saham-saham perusahaan yang memiliki ciri-ciri tersebut layak dibeli untuk dijual kembali di masa depan, terutama pada saat harga saham mencapai level tertinggi .

“Berinvestasi saham di pasar modal membutuhkan strategi. Investor bisa memilih salah satunya atau mengombinasikan beragam strategi untuk memperoleh keuntungan,”bilang Pintor.

Namun, sebut Pintor yang perlu diputuskan adalah apakah keputusan berinvestasi saham dilakukan untuk tujuan jangka waktu yang panjang, atau untuk kebutuhan mencari untung dalam waktu singkat, yaitu dalam hitungan bulan atau kurang dari setahun.

Berita Terkait

KAI Bandara Layani Lebih Dari 84 Ribu Penumpang di Sumatera Utara Selama Libur Waisak dan Iduladha 2026

Jajaran Manajemen Pertamina Patra Niaga Laksanakan Management Walkthrough Guna Pastikan Keandalan Energi di Sumatera Barat

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Sama halnya ketika memilih berinvestasi langsung pada tanah, properti, atau dengan logam mulia yang ditujukkan untuk jangka panjang. Berinvestasi pada aset-aset tersebut cenderung mendorong individu untuk bersikap pasif atau membiarkan nilai dari aset-aset tersebut naik mengikuti inflasi. Kemudian, ketika harga jual aset menjadi lebih tinggi nilainya dari harga ketika membeli, maka investor akan mendapatkan keuntungan.

“Seorang investor bisa mengamati harga saham sebuah perusahaan dibandingkan dengan nilai buku saham atau price to book value/PBV) yang tertera di laporan keuangan perusahaan,”ujar Pintor.

Menurutnya, jika harga saham ada di bawah PBV, artinya harga saham tersebut tergolong murah dan memiliki potensi kenaikan harga saham di masa depan. Saham ini juga dinilai layak dibeli untuk investasi jangka panjang.

Sebaliknya, jika harga saham sebuah perusahaan sudah berada di atas PBV, maka harga saham tersebut sudah tergolong mahal. Penyebab kenaikannya bisa terjadi karena aksi spekulasi menaikkan harga saham oleh para pelaku investor aktif. Oleh karena itu, sebaiknya tidak membeli saham ini, karena potensi kenaikan harga sahamnya akan kecil.

Selain mengamati harga saham, tutur Pintor, seorang investor fundamental juga akan serius mempelajari bisnis perusahaan yang sahamnya ingin dia miliki. Bagaimana daya saing sektor usahanya, para kompetitor bisnis, dan bagaimana perusahaan melakukan inovasi atau strategi bisnis jangka panjang.

“Hal ini seiring investor memahami perusahaan yang sahamnya ingin dia miliki, semakin tepat ia dapat memilih saham yang akan memberi keuntungan di masa depan dalam bentuk dividen atau pembagian keuntungan dari laba perusahaan dan keuntungan dari harga jual saham,”imbuhnya.

Lalu, jika seorang investor mau berinvestasi dalam jangka waktu pendek, khususnya kurang dari setahun maka investor jenis ini harus mempelajari strategi teknikal. Secara sederhana, pengertian strategi teknikal adalah cara berinvestasi dengan mengamati volatilitas dari kenaikan dan penurunan harga suatu saham. Investor teknikal harus memantau grafik pergerakan harga suatu saham pada suatu waktu tertentu.

Ketika seorang investor sudah hapal pola pergerakan harga sebuah saham berdasarkan hukum permintaan dan penjualan yang terjadi (market mechanism) pada suatu periode, atau berdasarkan bid dan offer saham-saham tersebut di papan perdagangan bursa efek, maka dia bisa mengambil keputusan. Baik keputusan saat membeli saham, maupun waktu yang tepat untuk menjual saham.

“Salah satu syarat mengimplementasikan strategi teknikal untuk menikmati keuntungan dari investasi saham adalah fokus mengamati pergerakan harga saham. Karena jika terlewati dalam pemantauan, investor bisa kehilangan kesempatan mendapatkan momentum menghasilkan capital gain dari kenaikan harga saham yang dimilikinya,”ungkap Pintor.

Menurutnya, risiko investasi secara teknikal tentu saja lebih besar dibandingkan dengan investor yang menggunakan strategi fundamental. Hal ini karena saham-saham yang mengalami kenaikan dan penurunan harga teknikal banyak dipengaruhi aksi spekulasi para investor. Saham yang naik secara teknikal belum tentu sejalan dengan kondisi fundamental perusahaan yang bagus.

Di sisi lain, investor juga harus lebih cermat agar tidak terjebak ke dalam aksi permainan saham “gorengan”. Aksi tersebut adalah aksi sekumpulan oknum investor yang membuat harga saham tertentu seolah-olah sedang diminati dan banyak dibeli. Lalu, ketika investor yang terjebak merasa tertarik dan ikut membeli, kemudian sekumpulan oknum tersebut melakukan aksi jual yang membuat harga saham kembali turun.

“Investor yang terjebak aksi spekulasi umumnya akan menyadari ketika harga suatu saham yang dibeli tiba-tiba mengalami penurunan secara signifikan dan dalam kurun waktu yang cepat, sehingga ia tidak memiliki kesempatan lagi untuk bisa menjual sahamnya di harga awal ketika dia membeli. Dengan kejadian itu, investor terpaksa menerima kerugian dengan melakukan cut loss atau menjual saham di harga lebih rendah,”pungkasnya.

Selain potensi keuntungan yang dapat diperoleh dari suatu investor dalam bertransaksi saham, investor juga berpeluang untuk mengalami risiko kehilangan modal investasi (capital loss). Untuk itu, gunakan dana investasi dari pos uang yang berlebih atau uang diluar dari biaya kebutuhan hidup. Terakhir, alokasikan dana untuk investasi, setelah seorang investor memiliki tabungan darurat yang besarnya 6-12 kali biaya hidup. Sehingga, apapun risiko yang mungkin terjadi, tidak akan membuat hidup para investor menjadi terganggu.(Siong)

Tags: BEIPasar Modal
Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Kebakaran Hanguskan 30 Rumah Warga di Tanah Tinggi Jakarta Pusat pada Kamis Dini Hari
  • KAI Bandara Layani Lebih Dari 84 Ribu Penumpang di Sumatera Utara Selama Libur Waisak dan Iduladha 2026
  • Becak Motor Terbakar di SPBU Galang Deli Serdang Diduga Akibat Percikan Api Platina
  • Gubernur Sumut Bobby Nasution Tanda Tangani MoU Jejaring Pengampuan Mata dengan RS Mata Cicendo
  • Lionel Messi Jadi Pesepakbola Individu Pertama yang Raih Penghargaan Putri Asturias
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan

@ 2020 SeputarSumut.com

Situs web ini menggunakan cookie. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda memberikan persetujuan terhadap penggunaan cookie. Kunjungi Kebijakan Privasi dan Cookie kami.