Rabu, Juli 1, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Demam Tinggi Mendadak Jangan Dianggap Sepele

Oleh Redaksi 15
Minggu, 22 Februari 2026
Foto: ilustrasi virus nipah.(Foto:radarmojokerto)

ilustrasi virus nipah.(Foto:radarmojokerto)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut — Kondisi kesehatan yang ditandai dengan demam tinggi secara tiba-tiba, gangguan saluran pernapasan, hingga berkurangnya tingkat kesadaran merupakan sinyal bahaya yang tidak boleh diabaikan. Gejala-gejala tersebut pada beberapa kasus infeksi dapat menjadi indikasi penyakit mematikan yang berprogres sangat cepat.

Virus Nipah menjadi salah satu ancaman kesehatan yang wajib masuk dalam radar kewaspadaan masyarakat.

Pernik Ragam: Demam Tinggi Mendadak Jangan Dianggap Sepele

Iklan Indako SeputarSumut

Ancaman Virus Nipah tetap menjadi fokus perhatian otoritas kesehatan meskipun hingga detik ini belum terdeteksi adanya kasus di Indonesia. Penyakit ini memiliki karakteristik tingkat kematian yang sangat tinggi serta kemampuan transmisi dari hewan ke manusia.

Waspada sejak dini adalah kunci utama menghadapi penyakit dengan fatalitas tinggi, menurut penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Timoteus Richard.

“Penyakit infeksi dengan fatalitas tinggi seperti Virus Nipah menuntut kewaspadaan sejak gejala awal. Semakin cepat dikenali, semakin besar peluang pasien mendapatkan penanganan yang optimal,” ungkap dr. Timoteus dalam keterangan resminya.

Berita Terkait

Ragam Manfaat Rebusan Daun Bawang untuk Kesehatan Tubuh dan Cara Mengolahnya

Panduan Batas Aman Konsumsi Kafein Bagi Ibu Menyusui dan Daftar Minuman yang Perlu Diwaspadai Menurut WebMD

Penyakit ini disebabkan oleh virus RNA yang termasuk dalam kelompok Paramyxovirus. Sejarah mencatat virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 1999 di Singapura dan Malaysia, dengan pusat penyebaran di kawasan peternakan babi.

Sifat zoonosis yang dimiliki Virus Nipah memungkinkannya berpindah dari hewan ke manusia. Kelelawar pemakan buah bertindak sebagai inang alami (reservoir), sementara babi berperan sebagai hewan perantara yang mempercepat proses penularan ke populasi manusia.

Serangan virus ini dapat merusak organ vital, khususnya sistem saraf pusat dan saluran pernapasan. Pada tingkat keparahan tertentu, penderita berisiko mengalami gangguan pernapasan akut, radang otak (ensefalitis), bahkan jatuh ke kondisi koma dalam waktu yang relatif singkat.

Lantas, mungkinkah penyakit ini berubah menjadi wabah besar?

Risiko terjadinya wabah tetap ada walaupun kasusnya masih jarang ditemukan. Terdapat beberapa faktor risiko yang patut dicermati, di antaranya:

 * Ketersediaan habitat alami kelelawar buah di Indonesia sebagai inang virus.

 * Belum adanya vaksin atau obat antivirus yang spesifik untuk penyakit ini.

 * Tingginya mobilitas internasional ke negara-negara yang memiliki riwayat kasus seperti Bangladesh dan India.

 * Ancaman masuknya virus melalui imported case dari pelaku perjalanan luar negeri.

“Walaupun belum ada kasus di Indonesia, kewaspadaan tetap penting. Mobilitas global yang tinggi membuat risiko penyakit lintas negara tidak bisa diabaikan,” tambah dr. Timoteus.

Langkah mitigasi utama untuk menekan angka kematian saat ini bertumpu pada deteksi dini dan perawatan suportif, mengingat vaksin dan terapi khusus masih belum tersedia.

Mengenali Gejala yang Harus Diwaspadai

Masa inkubasi Virus Nipah biasanya berlangsung selama 5 hingga 14 hari setelah seseorang terpapar, meski rentang waktunya bisa bervariasi.

Tanda-tanda awal yang kerap dirasakan pasien meliputi:

 * Demam tinggi yang datang mendadak.

 * Nyeri pada otot dan sakit kepala yang hebat.

 * Munculnya rasa mual serta muntah.

 * Kelemasan tubuh yang luar biasa.

Apabila situasi memburuk, gejala akan berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, seperti:

 * Sesak napas dan batuk-batuk.

 * Terjadinya gangguan pernapasan akut.

 * Kejang-kejang dan penurunan kesadaran.

 * Terjadinya ensefalitis atau peradangan pada otak.

“Gejala awal Virus Nipah sering menyerupai infeksi biasa. Namun, bila disertai penurunan kesadaran atau gangguan napas, kondisi ini harus segera ditangani di fasilitas kesehatan,” tegas dr. Timoteus secara langsung.

Faktor penentu keselamatan pasien sangat bergantung pada respons medis yang cepat, terutama saat penderita mulai kehilangan kesadaran secara drastis hingga mencapai kondisi koma.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com