Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Demo Massal Tuntut Marcos Mundur di Manila

Oleh Redaksi 15
Selasa, 2 Desember 2025
Foto: Presiden Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr
(Dok: KANTOR KEPRESIDENAN FILIPINA)

Presiden Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr (Dok: KANTOR KEPRESIDENAN FILIPINA)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut -;​Puluhan ribu warga Filipina memadati ibu kota Manila untuk berunjuk rasa menuntut Presiden Ferdinand ‘Bongbong’ Marcos Jr. lengser dari jabatannya. Tuntutan ini muncul menyusul skandal korupsi besar yang melibatkan alokasi anggaran infrastruktur pengendalian banjir oleh pemerintah.

​Aksi protes ini diinisiasi oleh Gerakan Rakyat Melawan Korupsi (KBKK) dan berlangsung pada hari Minggu (30/11) kemarin. Massa demonstran bergerak dari Taman Nasional Luneta menuju istana presiden sebagai puncak dari kegiatan unjuk rasa.

Dunia Internasional: Demo Massal Tuntut Marcos Mundur di Manila

Iklan Indako SeputarSumut

​Salah seorang demonstran, Matt Wovi Villanueva, menyampaikan kekecewaannya, menilai pemerintah telah bersikap meremehkan rakyat. “Mereka terus memperlakukan kami seolah kami bodoh. Jika kami ingin keadilan sejati, kami membutuhkan Marcos dan Wakil Presiden Sara Duterte untuk segera mengundurkan diri,” tegas Villanueva.

​Skandal ini sebelumnya telah menyebabkan dua mantan anggota parlemen Filipina mengambil langkah pengunduran diri. Zaldy Co, salah satu sosok yang dituduh terlibat dalam kasus korupsi tersebut, mengklaim bahwa Marcos telah memerintahkannya untuk menaikkan anggaran “pekerjaan umum” sebesar US$1,7 miliar (sekitar Rp28 triliun) saat ia masih memimpin komite alokasi anggaran.

​Marcos sendiri telah mengeluarkan bantahan terhadap klaim yang dilontarkan oleh Co.

Berita Terkait

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Kemajuan Produksi Pesawat Tempur Siluman J-35 Tiongkok Diklaim Semakin Canggih

​Selain itu, Zaldy Co juga menuding Marcos menerima uang suap senilai US852 juta (sekitar Rp14 triliun) dari proyek infrastruktur sejak tahun 2022. Co juga mengungkapkan adanya instruksi untuk menyisipkan anggaran sebesar US1,7 miliar dalam anggaran tahun 2025 yang disebutnya sebagai “proyek hantu”.

​Tidak hanya itu, Co mengklaim bahwa pada tahun 2024, ia secara pribadi mengirimkan koper berisi uang tunai sebesar US$17 juta (sekitar Rp283 miliar) langsung ke kediaman Presiden Marcos.

​Sementara itu, Co sendiri telah dituduh meraup miliaran dolar dari proyek yang sama dan kini telah berstatus buronan sejak Juli lalu. Laporan terakhir menyebutkan bahwa Co terdeteksi berada di Jepang.

​Terlepas dari tuduhan yang disampaikan oleh Co, Raymond Palatino dari KBKK bersikeras bahwa tanggung jawab atas pengeluaran publik yang tidak wajar berada di tangan presiden. Palatino mengungkapkan, “Dia berlagak terkejut dengan besarnya korupsi, padahal dialah yang merancang, menandatangani, dan mengimplementasikan anggaran tersebut. Sebuah anggaran yang penuh dengan proyek ‘dana cepat’ dan penyisipan yang mencurigakan.”

​Menanggapi skandal tersebut, Presiden Marcos pada Juli lalu sempat menyuarakan kekhawatiran. Kemudian, pada September, ia membentuk Komisi Independen untuk Infrastruktur (ICI) yang memiliki tugas menyelidiki pejabat yang diduga terlibat dalam tindak korupsi.

​Saat ini, total 9.855 proyek pengendalian banjir dengan nilai keseluruhan mencapai US$9 miliar tengah menjadi objek penyelidikan.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Refleksi HUT ke-436 Kota Medan, Fraksi PKS DPRD Medan Sampaikan Sejumlah Catatan Penting
  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com