Medan, SeputarSumut – Anggota Badan Anggaran sekaligus Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumatera Utara (Sumut), Zeira Salim Ritonga, mendesak Gubernur Bobby Nasution untuk segera mengalokasikan anggaran guna pemulihan pascabencana. Bencana yang terjadi telah melanda sedikitnya 18 wilayah kabupaten/kota di provinsi tersebut.
Meskipun pengumuman politik formal dari pemerintah pusat belum dikeluarkan, menurut Zeira, bencana yang melanda saat ini telah mencapai skala nasional.
Sorot Politik: Desak Bobby Nasution! Anggaran Bencana Sumut Harus Segera Dialokasikan
Langkah konkret terkait bantuan bagi masyarakat yang terdampak harus segera diambil oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, tanpa boleh ada tawar-menawar lagi. “Ini sudah sifatnya aksi kemanusiaan,” tegasnya kepada wartawan pada Selasa (9/12/2025).
Kebutuhan mendesak masyarakat yang menjadi korban banjir bandang dan longsor, seperti makanan, pakaian, tempat tidur, serta kebutuhan dasar lainnya, harus dipenuhi secepatnya dalam 10 hari ke depan, Zeira menekankan.
Terkait Belanja Tidak Terduga (BTT) yang sedang dibahas di Badan Anggaran (Banggar), Zeira menjelaskan bahwa fleksibilitas anggaran ini sangat tinggi.
Anggaran BTT, yang nilai historisnya pernah mencapai 10 miliar atau 20 miliar, harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan bencana dan pemulihan korban. “BTT itu bisa berubah-ubah. Tapi untuk kondisi sebesar ini, anggaran memang harus diarahkan untuk kebutuhan bencana, termasuk pemulihan korban,” ujarnya.
Mengingat APBD Sumut 2026 telah disahkan, ruang fiskal untuk penanganan bencana harus segera dimaksimalkan, Zeira mengingatkan.
Masyarakat menantikan tindakan nyata dari Pemprov, sehingga dana pemulihan harus segera digerakkan dengan APBD yang sudah disahkan, ucapnya.
Data terbaru dari Pusdalops BPBD Sumut per 9 Desember 2025 menunjukkan dampak bencana ini sangat masif. Tercatat sebanyak 434.147 kepala keluarga (KK) atau setara dengan 1.634.208 jiwa di 18 kabupaten/kota terkena dampaknya.
Selain itu, jumlah korban jiwa yang signifikan juga ditimbulkan oleh bencana ini, di mana 650 warga dinyatakan meninggal dunia, 42.503 warga mengalami luka-luka, dan hingga saat ini, 338 orang masih dinyatakan hilang.(*/mst)


