seputar-Jakarta | “Kemarin kita ada semacam fashion show di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi), spirit dan roh wastra Provinsi Sumatera Utara keluar disana. Ada Sianipar, Dame Ulos Sibolga dan Toba Tenun kita bawa,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumut (BI) Sumatera Utara,I.G.P Wira Kusuma kepada media pada kegiatan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Karya Karya Kreatif Indonesia (KKI) di Jakarta Convention Center (JCC) pada 1-4 Agustus 2024.
I.G.P Wira Kusuma menyatakan, dalam fashion show tersebut diperagakan karya wastra-wastra Sumatera Utara yang diberi nilai tambah sebab didesain oleh desainer berkelas.
Berita Ekonomi: Didepan Presiden Jokowi Spirit dan “Roh” Wastra Sumatera Utara Keluar
“Nilai tambahnya begitu luarbiasa. Teman-teman disana begitu terkesima dalam fashion show tersebut sehingga mereka datang ke merchant Sumatera Utara untuk membeli wastra-wastra kita. Ini menjadi kebanggaan bagi Provinsi Sumatera Utara,” sebut I.G.P Wira Kusuma.
Pada intinya lanjut I.G.P Wira Kusuma, kita membutuhkan produk wastra yang bagus maka perlu dilengkapi dengan bagaimana memberi nilai tambah dalam bentuk desain-desain baju wastra yang bagus sehingga spirit dan roh wastra Sumatera Utara lebih keluar lagi kedepannya.

“Mudah-mudahan penjualannya untuk merchant Sumatera Utara sesuai dengan target. Baru beberapa hari penjualannya dalam dua hari sudah Rp. 80 jutaan, belum lagi penjualan secara online. Puncak penjualan biasanya pada hari Sabtu dan Minggu, mudah-mudahan semua produk wastra Sumatera Utara habis terjual,”harap I.G.P Wira Kusuma .
Melalui sinergi yang apik ini I.G.P Wira Kusuma berharap, Bank Indonesia mudah-mudahan bisa membantu UMKM-UMKM Sumatera Utara sehingga lebih tampil lagi secara nasional dan global.
“UMKM yang kita bawa pada tahun ini sebanyak 18 UMKM, baik secara online maupun offline. Kita akan berusaha terus sebab porsi UMKM besar sekali untuk perekonomian Indonesia ini,” tutur I.G.P Wira Kusuma.
I.G.P Wira Kusuma menjelaskan, hal ini salahsatu upaya Bank Indonesia untuk memajukan UMKM Provinsi Sumatera Utara. Ada istilahnya korporatisasi UMKM dimana Bank Indonesia mengumpulkan UMKM-UMKM agar lebih kuat secara kuantitas. Kemudian ada semacam Capacity Building sebagai proses meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan, sikap dan perilaku dari SDM.
“Setelah mereka cukup kuat maka UMKM-UMKM ini kita bawa ke pameran-pameran seperti ini. Salahsatu pameran yang dimiliki Bank Indonesia adalah KKI yang dilaksanakan setiap tahun. Kalau di daerah-daerah seperti Sumatera Utara ada KKSU. Nah ini puncaknya untuk yang konvensional KKI,”ujar I.G.P Wira Kusuma.
Selain KKSU juga ada untuk UMKM Syariah seperti Festival Ekonomi Syariah atau FeSyar Sumatera dan tingkat nasionalnya bernama Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).
“Untuk KKI pada tahun ini disandingkan dengan FEKDI terkait kemajuan digitalisasi yang dilakukan Indonesia termasuk melengkapi UMKM-UMKM dengan Capacity Building digitalisasi agar mampu lebih bersaing lagi. Nah pada tahun ini kita bawa beberapa UMKM yang kita anggap cukup kuat, ada Sianipar, Ada Dame Ulos Sibolga dan Toba Tenun. Kali ini kita mendapat kehormatan yang dalam penyelenggaraan KKI pada tahun ini yang mengusung tema besar Sumatera Utara,”ungkap I.G.P Wira Kusuma.
Marnaek Manurung salahsatu pengrajin songket UMKM Binaan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara mengatakan diajang FEKDI x KKI 2024 ia memboyong kain-kain dari Tapanuli Utara dan Porsea.
“Kita banyak memiliki produk UMKM jenis karya ulos yang dijual mulai satu juta hingga puluhan juta rupiah. Secara pribadi ini pertama kali saya dibawa, acara Bank Indonesia sangat luarbiasa dan keren. Begitu banyak merchant dan industri kretif yang ikut dan membawa karya-karya terbaiknya. Ini sangat saya apresiasi,”ucap Marnaek Manurung.(Siong)

