Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Nasional

Diduga Kelelahan, 2 Anggota KPPS-1 Linmas Meninggal Dunia

Oleh Redaksi 15
Selasa, 27 Februari 2024
Foto: Ilustrasi.

Ilustrasi.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar – Lombok Timur | Sebanyak tiga orang penyelenggara Pemilu 2024 di Lombok Timur dilaporkan meninggal dunia. Mereka yang meninggal merupakan anggota KPPS dan Pelindung Masyarakat (Linmas) yang ditugaskan untuk menjaga keamanan di TPS.

Selain korban meninggal dunia, puluhan penyelenggara pemilu juga dilaporkan dirawat di rumah sakit. Untuk korban meninggal dunia dan sakit akan diberikan santunan uang tunai.

Lintas Nasional: Diduga Kelelahan, 2 Anggota KPPS-1 Linmas Meninggal Dunia

Iklan Indako SeputarSumut

Sekretaris KPU Lombok Timur, Nurdin mengatakan korban meninggal dunia yaitu dua orang anggota KPPS dan satu orang anggota Linmas. Sementara untuk anggota KPPS yang sakit dan dirawat di rumah sakit sebanyak 9 orang.

Dijelaskan, mengacu kepada keputusan KPU nomor 59 tahun 2023, telah diatur pedoman teknis pemberian santunan kematian santunan kecelakaan kerja kepada badan Adhoc.

Dalam pedoman teknis itu korban meninggal dunia akan diberikan santunan sejumlah Rp46 juta dengan rincian, Rp36 juta untuk santunan kematian dan Rp10 juta untuk biaya pemakaman. Sedangkan bagi yang kecelakaan kerja akan diberikan sesuai dengan klasifikasi kecelakaan yang diakibatkan.

Berita Terkait

BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia

Amanat dan Lima Pesan Penting Presiden Prabowo Subianto di Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80

“Bagi korban meninggal dunia dan yang mengalami sakit tentunya akan kita usulkan untuk mendapatkan santunan. Sejauh ini sudah ada 4 orang sudah kita verifikasi untuk diusulkan mendapatkan santunan,” terangnya.

Sementara itu data berbeda dilaporkan oleh Dinas Kesehatan Lombok Timur, Kepala Dinas Kesehatan Lotim, Pathurrahman mengatakan, data yang diterima pihaknya, penyelenggara pemilu yang meninggal dunia hanya satu orang.

Korban Lansia usia 65 tahun dan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Raden Soedjono Selong. Korban meninggal dunia karena kelelahan kemudian komplikasi terhadap penyakit yang telah diderita sebelumnya.

“Dua korban meninggal lainnya tidak ada di data kami, kami tidak tahu itu, mungkin di rawat di rumah sakit swasta,” jelas Pathurrohman.

Sedangkan jumlah penyelenggara pemilu yang menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. KPU menyebut jumlah penyelenggara pemilu yang di rawat karena sakit sebanyak 9 orang, sementara data Dikes Lotim sebanyak 43 orang.

“Berdasarkan data yang kami dapatkan per 24 Februari 2024, total pasien penyelenggara pemilu yang di opname sebanyak 43 orang, dengan rincian 29 di rawat di puskesmas, 1 orang di klinik, 3 orang RSUD Raden Soedjono Selong, 3 orang di RSUD Selaparang,6 orang RSUD Lombok Timur, dan 1 orang RSUD Patuh Karya. Yang sudah pulang 40 orang,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan diagnosa, korban sakit karena dasar kelelahan. Hal itu kemudian menjadi pemicu kambuhnya penyakit yang telah diderita sebelumnya oleh korban.

“Data kami ini kami sebut penyelenggara Pemilu, ada KPPS, ada Linmas bahkan ada anggota Polri,” imbuh Pathurrahman. (okezone)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
  • Inflasi Sumatera Utara Juni 2026 Tembus 4,79 Persen, Wilayah Ini Alami Lonjakan Tertinggi
  • Kebakaran Ruko Sembako di Batu Bara Tewaskan Pemilik Toko dan Lukai Dua Orang Usai Pertengkaran
  • Dibuka Wamendagri, Rico Waas Dorong Rakernas APEKSI Lahirkan Aksi Nyata bagi Daerah
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com