Jakarta, SeputarSumut – Perjalanan Timnas Brasil U-17 harus terhenti dengan hasil yang menyakitkan di babak semifinal Piala Dunia U-17 2025. Skuad muda Seleção harus mengakui keunggulan Portugal setelah kalah melalui drama adu penalti dengan skor 6-5 (0-0) dalam laga yang berlangsung di Aspire Zone, Al Rayyan, Qatar, pada Senin (24/11) malam WIB. Kekalahan ini memicu suasana haru, di mana sejumlah penggawa Brasil tak kuasa menahan air mata di lapangan karena kegagalan meraih tiket menuju partai puncak.
Pada awal pertandingan, dominasi langsung ditunjukkan oleh Brasil yang tampil menekan sejak peluit dibunyikan. Dalam kurun waktu 15 menit pertama, pertahanan Portugal terus digempur oleh serangan-serangan cepat dari tim Samba.
Update Olahraga: Dramatis! Portugal Singkirkan Brasil di Semifinal Piala Dunia U-17
Meskipun mendapat tekanan awal, Portugal menunjukkan kedewasaan bermain dengan pendekatan yang lebih sabar dan terencana. Tim berjuluk Seleção das Quinas tersebut perlahan mulai bangkit dan memanfaatkan skema serangan balik cepat untuk menciptakan ancaman serius di lini pertahanan Brasil.
Sebuah peluang emas sempat diciptakan oleh Brasil tepatnya pada menit ke-23. Tendangan keras dari Dell mengarah ke gawang, namun kesigapan pemain belakang Portugal berhasil memblok laju bola.
Sementara itu, ancaman juga datang dari kubu Portugal melalui skema tendangan bebas yang mereka dapatkan. Beruntung bagi Brasil, upaya tersebut masih mampu diamankan dengan baik oleh sang penjaga gawang. Alhasil, kedua tim harus turun minum dengan skor kacamata alias 0-0.
Memasuki paruh kedua pertandingan, Portugal kembali menunjukkan potensi serangan mereka. Di menit ke-63, Santi Verdi melepaskan tembakan berbahaya ke arah gawang Brasil, namun sayangnya bola masih melenceng tipis dari sasaran.
Jalannya pertandingan sempat terhenti sementara waktu akibat insiden yang terjadi di lapangan. Pemain Portugal, Duarte Lopes Cunha, terjatuh setelah diinjak oleh Luis Felipe Pacheco. Setelah meninjau Video Assistant Referee (VAR), wasit memutuskan memberikan kartu kuning kepada Pacheco sebagai hukuman.
Portugal tidak berhenti memberikan tekanan, seperti yang terlihat pada menit ke-78 ketika Anisio melepaskan tembakan, meski bola masih melambung di atas mistar gawang. Brasil sendiri nyaris memecah kebuntuan di menit ke-87 melalui kapten mereka, Ze Lucas, yang melakukan tendangan voli akrobatik memukau. Namun, bola hanya melebar tipis, dan skor 0-0 bertahan hingga waktu normal berakhir, memaksa laga dilanjutkan ke babak adu penalti.
Drama adu penalti berlangsung dengan sangat ketat dan menegangkan. Kedua tim tampil apik dan sukses menjalankan tugasnya hingga penendang keempat, yang membuat kedudukan sementara menjadi imbang 4-4.
Fase kritis terjadi pada penendang kelima, di mana baik penendang Portugal maupun Brasil sama-sama gagal mencetak gol.
Penjaga gawang Portugal, Romario Cunha, maju sebagai eksekutor kelima timnya. Sayangnya, tendangannya melayang deras jauh di atas mistar gawang Brasil, gagal membawa keunggulan.
Kegagalan juga dialami oleh eksekutor kelima dari Brasil, Ruan Pablo. Tembakannya tidak sempurna dan hanya mengenai tiang gawang, membuat skor tetap imbang.
Ketegangan berlanjut ke penendang keenam. Joao Aragao dari Portugal dengan tenang mampu mengecoh kiper Brasil, mengubah skor menjadi 5-4.
Balasan cepat diberikan oleh Brasil. Eksekutor keenam mereka, Gabriel Mec, berhasil menceploskan bola dengan baik, kembali menyamakan kedudukan menjadi 5-5.
Penendang ketujuh Portugal, Jose Neto, berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangannya mulus masuk ke gawang, mengubah skor menjadi 6-5 dan memberikan tekanan besar pada Brasil.
Namun, harapan Brasil pupus di kaki eksekutor ketujuh mereka, Angelo. Tembakannya melambung tinggi di atas gawang Portugal, menandai kegagalan dan akhir dari perjuangan tim Samba.
Dengan kemenangan dramatis 6-5 (0-0) melalui adu penalti ini, Portugal memastikan diri berhak melaju ke final Piala Dunia U-17.
Di partai puncak, Portugal sudah dinanti oleh Austria. Laga final ini dijadwalkan berlangsung di Khalifa International Stadium, Al Rayyan, pada hari Kamis (27/11) malam WIB.(*/cnni)


