Deli Serdang, SeputarSumut — Bencana alam berupa hujan deras yang disertai dengan tiupan angin kencang dilaporkan telah mengakibatkan kerusakan pada enam unit rumah tinggal milik warga di wilayah Kabupaten Deli Serdang pada Minggu (31/5/2026) malam. Insiden perusakan bangunan oleh faktor cuaca ekstrem tersebut melanda kawasan pemukiman penduduk di dua wilayah, yakni Kecamatan Lubuk Pakam serta Kecamatan Pagar Merbau.
Merujuk pada rincian data yang berhasil dikumpulkan di lapangan, tercatat sebanyak dua unit tempat tinggal warga yang berlokasi di Gang Keluarga Lingkungan III, Kelurahan Paluh Kemiri, Kecamatan Lubuk Pakam, berada dalam kondisi rusak berat pasca-atap bangunannya terlepas dan diterbangkan oleh tiupan angin.
Kabar Daerah: Enam Rumah Warga di Deli Serdang Rusak Akibat Terjangan Hujan Deras dan Angin Kencang
Dua bangunan rumah yang mengalami dampak kerusakan parah tersebut masing-masing diketahui sebagai kepunyaan dari warga bernama Misnilawati yang berusia 52 tahun, serta Abdul Muthalib yang berumur 42 tahun. Akibat dari adanya peristiwa mencekam itu, komponen atap rumah mereka mengalami deformasi struktural yang cukup masif dan jumlah kerugian material yang diderita ditaksir menyentuh angka puluhan juta rupiah.
Guna menyiasati kondisi darurat saat ini, kedua kepala keluarga yang menjadi korban terdampak untuk jangka waktu sementara waktu terpaksa memilih mengungsi ke tempat tinggal tetangga terdekat, sembari menanti bergulirnya proses pengerjaan renovasi pada bagian rumah mereka yang rusak. Di samping insiden yang terjadi di wilayah Lubuk Pakam, hantaman angin kencang dilaporkan ikut memicu dampak kerusakan serupa terhadap empat unit rumah warga lainnya di area Dusun IV dan Dusun V, Desa Perbarakan, Kecamatan Pagar Merbau.
Empat struktur rumah yang ikut terkena dampak buruk tersebut masing-masing diidentifikasi sebagai milik dari Ucok Maradik yang berusia 47 tahun, Sani boru Siahaan yang merupakan penduduk di wilayah Dusun IV, serta Mika Silalahi yang berumur 51 tahun, dan Baee yang berusia 51 tahun selaku warga yang berdomisili di area Dusun V. Spektrum kerusakan yang melanda keempat hunian tersebut pada umumnya terkonsentrasi pada komponen atap rumah yang terlepas dari dudukannya akibat terpaan angin yang berhembus kuat, di mana nilai kerugian material dari peristiwa di desa ini diperkirakan mencapai angka jutaan rupiah.
Walaupun intensitas cuaca ekstrem tersebut memicu rupa-rupa kerusakan fisik pada sejumlah fasilitas bangunan tempat tinggal, otoritas terkait memastikan bahwa sama sekali tidak ada laporan mengenai adanya korban jiwa maupun korban yang mengalami luka-luka dalam rentetan kejadian tersebut.
Menyikapi adanya musibah di wilayah tugasnya, Komandan Koramil 06/Lubuk Pakam, Kapten Inf Warsito, dilaporkan telah mengeluarkan instruksi resmi bagi segenap jajaran Babinsa untuk turun langsung membantu masyarakat melaksanakan agenda perbaikan darurat lewat skema gotong royong, sekaligus memonitor secara berkala setiap dinamika perkembangan situasi di titik-titik lokasi terdampak.
Satu di antara sekian warga setempat yang bangunan rumahnya mengalami dampak kerusakan, Mika Silalahi, melayangkan pengakuan bahwa dirinya merasa sangat terkejut sewaktu fenomena angin kencang melanda wilayah pemukiman tempat tinggalnya.
“Tiba-tiba atap rumah saya terangkat dan terbang dibawa angin kencang,” ujarnya.
Sampai dengan hari Senin (1/6/2026), segenap warga dibantu oleh aparat pemerintahan setempat terpantau masih terus bahu-membahu melangsungkan proses evakuasi dan pembersihan terhadap sisa-sisa material bangunan yang rusak, serta menyicil perbaikan pada bagian-bagian rumah yang terdampak agar bangunan tersebut dapat segera dihuni kembali.(*/mst)

