Aceh Utara — Bencana alam berupa angin kencang dilaporkan telah memporak-porandakan puluhan unit hunian sementara (Huntara) yang ditempati oleh para penyintas banjir besar di wilayah Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pada Selasa, 2 Juni 2026. Kendati memicu dampak kerusakan yang meluas, otoritas terkait memastikan bahwa sama sekali tidak ada laporan mengenai adanya korban jiwa dalam peristiwa yang dipicu oleh faktor cuaca ekstrem tersebut.
Keterangan mengenai dampak kerusakan tersebut disampaikan oleh Camat Langkahan, T Reza Ichwan, kepada media AJNN. Dirinya memaparkan bahwa berdasarkan acuan data sementara yang berhasil dikumpulkan, total Huntara yang terkena terjang angin kencang tersebut terhitung sebanyak 35 unit ditambah dengan fasilitas satu unit Musalla yang areanya tersebar di tiga gampong di wilayah setempat.
Kabar Daerah: Puluhan Unit Huntara Penyintas Banjir di Langkahan Aceh Utara Rusak Diterjang Angin Kencang
“Paling banyak huntara yang rusak di Gampong Rumoh Rayeuk sebanyak 23 unit terdampak. Lima rusak berat dan 18 lainnya rusak sedang serta ringan,” kata T Reza, Rabu, 3 Juni 2026.
Lebih lanjut Reza menguraikan rincian sebaran dampak kerusakan akibat cuaca ekstrem tersebut, di mana untuk wilayah Gampong Langkahan dilaporkan ada sebanyak lima unit Huntara yang berada dalam kondisi rusak ringan. Di samping itu, kerusakan parah juga melanda kawasan Dusun Leubok Meuku yang berada di Gampong Buket Linteung, dengan rincian mencakup tujuh unit Huntara serta satu bangunan Musalla yang mengalami kerusakan parah.
Rangkaian terjangan angin kencang ini diungkapkan Reza turut menyasar area perumahan Huntara yang berada di Gampong Geudumbak. Terkait dampak di desa tersebut, dirinya menyebutkan bahwa hingga saat ini para petugas di lapangan masih terus melangsungkan proses pendataan secara intensif, sembari menegaskan kembali bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
“Kerusakan huntara ini mengganggu aktivitas para penyintas banjir yang menghuninya,” kata Reza.(*/ajnn)

