Jakarta, SeputarSumut –;Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki kembali menunjukkan peningkatan dengan terjadinya erupsi pada Rabu (4/3) pagi. Tercatat pada pukul 08.39 WITA, gunung api tersebut menyemburkan abu vulkanik dengan ketinggian mencapai 800 meter di atas puncak kawah.
Laporan tertulis dari Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef Mboro, mengonfirmasi terjadinya fenomena alam di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur tersebut. Herman melaporkan dari pos pengamatan yang berlokasi di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, bahwa kolom abu teramati berada pada ketinggian sekitar 2.384 meter di atas permukaan laut.
Lintas Nasional: Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki: Kolom Abu Setinggi 800 Meter Teramati di Flores Timur
Berdasarkan hasil pengamatan visual saat letusan berlangsung, kolom abu menunjukkan warna kelabu dengan intensitas sedang. Sebaran material vulkanik tersebut terpantau bergerak condong menuju arah utara dan timur laut dari pusat kawah.
Data dari seismogram menunjukkan bahwa erupsi ini terekam dengan kekuatan amplitudo maksimum mencapai 11 mm. Herman menjelaskan dalam laporannya bahwa durasi getaran akibat letusan tersebut berlangsung selama kurang lebih 47 detik.
Saat ini, status Gunung Lewotobi Laki-laki yang secara administratif berada di Desa Nurabelen, Kecamatan Ilebura, ditetapkan pada level II atau Waspada. Status ini merujuk pada evaluasi terkini terhadap aktivitas magma dan potensi bahaya yang ditimbulkan.
Menyikapi kondisi tersebut, pihak PPGA telah mengeluarkan larangan keras bagi warga maupun pelancong untuk mendekati area berbahaya. Masyarakat diinstruksikan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius empat kilometer dari pusat erupsi guna menghindari risiko material vulkanik.
Himbauan senada juga ditekankan agar masyarakat tetap tenang namun waspada, serta selalu menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut. Langkah preventif ini penting dilakukan untuk meminimalkan dampak hujan abu vulkanik yang berpotensi memicu gangguan pernapasan akut.
Selain ancaman abu, Herman juga mengingatkan warga di sekitar lereng untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan di aliran sungai yang berhulu di puncak gunung. Kewaspadaan ekstra diperlukan terutama jika terjadi hujan lebat di wilayah-wilayah seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, hingga Nawakote.(*/cnni)


