Jakarta, SeputarSumut – Proses evakuasi korban kecelakaan pesawat akhirnya diputuskan oleh tim SAR gabungan untuk melalui jalur darat atas arahan warga lokal, setelah cuaca ekstrem terus menjadi penghalang bagi evakuasi lewat udara.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, pada Senin (19/1) menyampaikan bahwa jalur tersebut merupakan akses yang ditunjukkan masyarakat untuk mencapai titik penemuan korban. Beliau menambahkan bahwa hingga kini masih ada delapan personel yang bersiaga di lokasi tersebut.
Lintas Nasional: Evakuasi Korban Pesawat Melalui Jalur Darat
Upaya penyelamatan sebenarnya sempat diusahakan melalui jalur udara dari ketinggian, namun Sultan menjelaskan bahwa langkah tersebut menemui kegagalan total karena faktor cuaca yang buruk.
“Kami sempat mencoba proses pengangkatan korban dari atas kemarin, namun terkendala cuaca yang tidak mendukung. Oleh sebab itu, opsi evakuasi kami alihkan sepenuhnya melalui jalur darat mengikuti rute masyarakat,” tuturnya.
Dalam operasi besar ini, sebanyak 34 personel dari tim SAR gabungan telah diterjunkan ke lapangan. Selain fokus pada proses evakuasi, seluruh tim juga tetap melakukan penyisiran intensif untuk mencari kemungkinan adanya korban tambahan di sekitar lokasi.
Mengenai hasil pencarian, Sultan mengungkapkan bahwa satu korban telah berhasil ditemukan hingga Minggu pukul 13.45 WITA, namun sampai saat ini belum ada laporan mengenai penemuan jenazah baru.
Sultan juga memberikan gambaran mengenai sulitnya medan yang dihadapi, di mana jalur evakuasi tersebut sangat ekstrem dan bukan merupakan rute yang lazim digunakan oleh warga sekitar.
“Area tersebut bukan kawasan perkebunan dan sangat jarang dilewati orang. Hal ini membuat jalur darat yang kami tempuh untuk mengevakuasi korban menjadi sangat menantang,” kata Sultan.
Di sisi lain, Kolonel Inf Abi Kusnianto dari Kodam XIV/Hasanuddin menyatakan bahwa fokus pencarian kini juga diarahkan ke bagian dasar tebing, mengingat kemungkinan adanya serpihan pesawat atau korban yang jatuh ke bawah.
“Kami telah memberangkatkan empat tim dari arah selatan, tepatnya dari Maros, menuju kaki dinding tebing. Mengingat kontur lokasi yang sangat terjal dan kemudian landai di bawah, ada potensi besar material pesawat jatuh hingga ke dasar tebing,” ujar Abi.
Tim yang dikirimkan tersebut, lanjut Abi, merupakan gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, Polhut, serta dibantu oleh masyarakat setempat yang bertindak sebagai penunjuk jalan utama.
“Harapan kami adalah tim dapat menyisir seluruh area dasar tebing secara menyeluruh agar pencarian dan penemuan jenazah dapat dilakukan secara maksimal,” pungkasnya.(*/cnni)


