Rabu, Juli 1, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Nasional

Faisal Basri Sebut Sejumlah Menteri Sudah Tak Nyaman Bantu Jokowi

Oleh Redaksi 15
Kamis, 18 Januari 2024
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Jakarta | Ekonom Senior Faisal Basri menyebutkan banyak menteri di Kabinet Indonesia Maju yang sudah tak nyaman membantu Jokowi.

Hal itu dipicu perbuatan Jokowi yang sudah banyak dianggap melanggar aturan atau standar. Pelanggaran kata Faisal bisa dilihat dari terlalu berpihaknya Jokowi kepada salah satu pasangan calon (paslon) capres dan cawapres yang akan mengikuti Pilpres 2024.

Lintas Nasional: Faisal Basri Sebut Sejumlah Menteri Sudah Tak Nyaman Bantu Jokowi

Iklan Indako SeputarSumut

“Menurut saya standar itu sudah dilewati, sudah melampaui batas. Oleh karena itu ada mulai ketidaknyamanan para menteri itu karena melanggar terus,” ujarnya dalam program Closing Bell CNBC Indonesia yang dikutip pada Kamis (18/1/2024).

Faisal mengungkapkan sebelumnya para menteri masih bisa bertahan dengan sikap Jokowi. Namun, makin lama banyak yang tidak bisa bertahan, terutama menteri independen atau bukan dari partai karena tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut.

Hal itu terjadi setelah Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka maju menjadi calon presiden 2024. Gibran diketahui merupakan anak Jokowi.

Berita Terkait

Amanat dan Lima Pesan Penting Presiden Prabowo Subianto di Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80

Kemenko PMK dan BMKG Minta Pemerintah Daerah Perkuat Antisipasi Dampak El Nino Kuat 2026

“Saya samarkan saja. Jadi Pak Jokowi ini ingin keliling Indonesia lebih intensif di 2024. Bagikan apalah. Terus dijawab menteri, ‘Wah itu anggarannya belum ada di APBN Pak?’, ‘Tapi uangnya ada apa nggak?’ ‘ya diusahakan pak’ ‘laksanakan’. Itu kan kalau dilakukan kriminal. Setiap sen dari APBN itu harus ada persetujuan DPR,” katanya.

“Kalau sekali barang kali masih dimaafkan, kalau terus menerus. Teknokrat itu memiliki standar nilai, etika tidak tertulis. Kalau dia diminta oleh atasannya yang akhirnya melanggar aturan, oh dia bilang ‘sorry nggak mau, tidak bisa, kalau bapak mau terus atau ibu mau terus silahkan, saya mundur’,” jelas Faisal.

Ia mengungkapkan kondisi itu diketahui ketika berbincang dengan beberapa menteri dan juga pemimpin partai. Salah satu yang sudah tak nyaman disebut Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

“Saya juga ngobrol dengan beberapa (menteri), ya tapi saya harus bilang ya bukan (ngobrol) dengan bu Sri Mulyani, dengan Pak Basuki, tapi dengan yang lain,” ungkapnya.

“Kemudian saya ngobrol kan dengan petinggi-petinggi partai. Nah munculah, katanya yang paling siap itu Ibu Sri Mulyani, Pak Basuki juga dalam kaitannya dalam Gibran ini ya, karena ini sudah beyond akal sehat gitu,” imbuhnya.

Terkait hal tersebut, Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana membantahnya.

“Seluruh Menteri Kabinet Indonesia Maju tetap kompak dan solid membantu Presiden untuk memimpin penyelenggaraan pemerintahan sampai akhir masa jabatannya. Jadi terkait isu yg sengaja dilemparkan oleh beberapa pihak bahwa ada menteri yang siap mundur atau tidak nyaman dalam pemerintahan. Tanyakan saja ke pihak yang melontarkan isu tersebut,” katanya. (cnnindonesia)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
  • Kekalahan Serena Williams di Wimbledon 2026: Maya Joint Cetak Kejutan di Babak Pertama
  • Pertamax Turbo Topang Performa Ratusan Pembalap di Ajang MotoPrix Region A Sumatera 2026 Aceh
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com