Jakarta, SeputarSumut – Penyanyi dan penulis lagu asal Jepang, Fujii Kaze, baru saja merilis album studio ketiganya yang berjudul “Prema” melalui Republic Records. Kata “Prema” diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti cinta tertinggi, dan ini menjadi gambaran tema besar dari album yang penuh dengan eksplorasi musikal dan spiritual.
Album “Prema” terdiri dari sembilan lagu berbahasa Inggris yang memiliki nuansa introspektif, memperlihatkan sisi paling berani dari Kaze. Ia mengungkapkan bahwa “Prema” bukan hanya sekadar musik, melainkan juga merupakan gaya hidup yang merepresentasikan cinta tanpa pamrih dan penuh makna. Single andalan seperti “Hachikō,” “Love Like This,” dan lagu utama “Prema” menunjukkan kombinasi aransemen emosional dengan lirik yang mendalam.
Kilas Hiburan: Fujii Kaze Rilis Album Studio Ketiga “Prema” yang Menggugah Jiwa
Dalam proses produksinya, Kaze menggandeng produser Manuka dan SOLOMONOPHONIC, yang sebelumnya telah berkolaborasi dengan nama-nama besar seperti SZA dan Brockhampton. Album ini direkam di Electric Lady Studios di New York dan Rue Boyer Studios di Paris, menghasilkan kualitas suara global yang matang dan siap bersaing di kancah internasional.
Sebagai tambahan, “Prema” tidak hanya tersedia dalam bentuk rilisan digital, tetapi juga hadir dalam format CD dan vinyl dengan edisi terbatas. Edisi ini dilengkapi dengan bonus track dan poster eksklusif, menjadikannya koleksi yang sangat berharga bagi penggemar yang ingin mendapatkan sisi lain dari perjalanan musikal Kaze.
Kehadiran album “Prema” melanjutkan kesuksesan Kaze yang sebelumnya sudah dikenal luas lewat album “LOVE ALL SERVE ALL” dan single viral “Shinunoga E-Wa,” yang berhasil meraih lebih dari dua miliar streaming global. Hal ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu musisi Asia yang paling berpengaruh saat ini.
Saat ini, Fujii Kaze tengah melanjutkan tur di Amerika Utara, di mana tiketnya ludes terjual di berbagai kota besar. Kehadirannya di festival-festival internasional serta kolaborasi dengan artis papan atas menunjukkan bahwa musik Kaze mampu menembus batas budaya dan bahasa yang ada.
Dengan rilis album “Prema,” Fujii Kaze menegaskan jati dirinya sebagai seorang seniman yang tidak hanya konsisten dalam berkarya, tetapi juga terus berevolusi untuk menghadirkan musik yang mendalam dan universalis. Melalui karya terbarunya, ia berharap bisa menyentuh hati audiens di seluruh dunia dengan pesan cinta dan makna yang kaya.(*/rri)


