Jakarta, SeputarSumut — Gelombang tsunami dilaporkan telah menyambangi beberapa titik di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) pasca gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,6 yang berpusat di Bitung. Berdasarkan laporan terkini, tinggi permukaan air laut yang terpantau berkisar antara 0,20 meter hingga yang tertinggi mencapai 0,75 meter.
Update mengenai persebaran dampak ini disampaikan oleh Plt Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, pada Kamis (2/4/2026). Data terbaru menunjukkan terdapat 5 wilayah yang secara resmi terdeteksi terdampak tsunami, yang mencakup 3 lokasi di Maluku Utara dan 2 lokasi di Sulawesi Utara.
Lintas Nasional: Gempa M 7,6 di Bitung Picu Tsunami di Sulawesi Utara dan Maluku Utara
Kepastian mengenai fenomena ini didapatkan melalui alat pemantau tinggi muka air laut. Rahmat Triyono menegaskan dalam keterangan tertulisnya bahwa berdasarkan hasil pemantauan Tide Gauge, gelombang tsunami memang telah terdeteksi masuk ke daratan.
Rincian lokasi beserta waktu kedatangan dan ketinggian tsunami:
1. Halmahera Barat: Pukul 06:08 WIB dengan ketinggian 0,30 meter.
2. Bitung: Pukul 06:15 WIB dengan ketinggian 0,20 meter.
3. Sidangoli: Pukul 06:16 WIB dengan ketinggian 0,35 meter.
4. Minahasa Utara: Pukul 06:18 WIB dengan ketinggian 0,75 meter.
5. Belang: Pukul 06:36 WIB dengan ketinggian 0,68 meter.
Rahmat Triyono menambahkan bahwa aktivitas seismik masih terus berlanjut hingga pukul 06.50 WIB dengan terekamnya 11 kali gempa susulan. Magnitudo terbesar dari rangkaian gempa susulan tersebut mencapai M 5,5, di mana hasil pemodelan awal tetap menunjukkan adanya potensi tsunami dengan kategori status Siaga dan Waspada.
Pembagian wilayah berdasarkan tingkat kerawanan pun telah dipetakan oleh pihak berwenang. Status Siaga ditetapkan untuk Kota Ternate, Halmahera, Kota Tidore, Kota Bitung, Minahasa Bagian Selatan, Minahasa Selatan Bagian Selatan, serta Minahasa Utara Bagian Selatan. Sementara itu, wilayah seperti Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara Bagian Utara, dan Bolaang Mongondow Bagian Selatan berada dalam status Waspada.
Langkah antisipasi ini merupakan tindak lanjut dari peringatan dini yang sebelumnya telah diterbitkan oleh BMKG terkait guncangan hebat di Bitung. Prediksi awal sempat menyebutkan adanya kemungkinan gelombang yang bisa mencapai ketinggian signifikan di empat wilayah utama.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengonfirmasi bahwa potensi tsunami tersebut memang menyasar wilayah Kota Ternate, Halmahera, Tidore, hingga Bitung. Pada estimasi awal dengan status Siaga, ketinggian gelombang diperkirakan bisa berada pada rentang 0,5 meter hingga maksimal 3 meter.(*/dtk)


