Jakarta, SeputarSumut — Suasana tenang dini hari di Sukabumi, Jawa Barat, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah tersebut pada Jumat (13/3). Getaran yang terjadi secara tiba-tiba ini memaksa masyarakat untuk segera menyelamatkan diri dari dalam bangunan guna menghindari potensi bahaya.
Laporan di lapangan menunjukkan banyaknya warga yang lari berhamburan keluar tempat tinggal saat guncangan mulai terasa. Salah seorang penghuni kost di Jalan Sriwidari, Kecamatan Gunungpuyuh, bernama Turangga, menceritakan pengalamannya terbangun dari tidur dan langsung berupaya mencapai area terbuka bersama rekan-rekannya.
Lintas Nasional: Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sukabumi Saat Waktu Sahur, Warga Berhamburan Keluar Rumah
“Getaran terasa sangat kuat saat saya sedang berbaring di tempat tidur, sehingga saya spontan bangun dan menuju pintu keluar. Beberapa penghuni kos lain juga sempat keluar sambil berteriak ada gempa, meski tidak berlangsung terlalu lama,” ujar Turangga kepada awak media, Jumat (13/3).
Momen terjadinya bencana ini bertepatan dengan aktivitas warga yang tengah bersiap-siap untuk menyantap sahur. Karena sebagian masyarakat sudah terjaga untuk menyiapkan makanan, kesadaran terhadap munculnya guncangan gempa menjadi lebih cepat direspons.
“Kebetulan jam segini orang-orang sudah banyak yang bangun untuk persiapan sahur, jadi mereka langsung sadar kalau ada gempa bumi,” tambahnya lagi.
Selain di wilayah Sukabumi, rambatan getaran dilaporkan terasa cukup luas hingga mencakup beberapa daerah di Jawa Barat hingga menyentuh sejumlah titik di Jakarta. Luasnya jangkauan getaran ini membuat banyak masyarakat di luar pusat gempa turut merasakan guncangan yang cukup signifikan.
Kepanikan serupa juga melanda warga di Kabupaten Cianjur, di mana masyarakat di kawasan perkotaan dilaporkan sempat berlarian keluar rumah. Guncangan yang dirasakan di wilayah ini memang tergolong cukup kuat sehingga memicu kekhawatiran akan stabilitas bangunan.
Menurut penuturan Mang Dea (60), seorang warga di Kecamatan Sindangbarang, gempa terasa sangat nyata di sepanjang garis pesisir pantai selatan Cianjur. Kekuatan guncangan tersebut membuat warga yang sedang sibuk di dapur segera menghentikan aktivitasnya.
“Guncangan berlangsung kurang lebih sekitar 5 detik. Masyarakat yang tadi sedang sibuk menyiapkan keperluan sahur langsung bergegas lari keluar rumah untuk mencari lokasi aman,” jelas Mang Dea.
Setelah situasi dianggap mulai stabil dan tidak ada tanda-tanda munculnya gempa susulan maupun ancaman tsunami, para warga secara perlahan mulai kembali masuk ke kediaman masing-masing. Kepastian mengenai kondisi yang aman menjadi faktor utama warga berani kembali ke dalam rumah.
“Begitu dirasa kondisi sudah benar-benar aman, kami semua kembali masuk ke rumah untuk melanjutkan memasak dan mempersiapkan hidangan sahur,” tuturnya.
Terkait dampak fisik, hingga saat ini pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi melalui pusat informasi resminya menyatakan belum menerima adanya laporan kerusakan bangunan. Selain itu, belum ditemukan pula adanya informasi mengenai korban luka maupun jiwa akibat peristiwa tersebut.
Berdasarkan data teknis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guncangan gempa terdeteksi terjadi pada dini hari sekitar pukul 02.18 WIB. Waktu kejadian yang berada di puncak aktivitas sahur membuat peristiwa ini menjadi perhatian besar bagi warga terdampak.
Pusat gempa tersebut diketahui berada di area laut, tepatnya berjarak sekitar 115 kilometer di arah barat daya Sukabumi dengan tingkat kedalaman mencapai 43 kilometer. Koordinat ini menjelaskan mengapa getaran terasa cukup merata di sepanjang pesisir Jawa Barat.
“Gempa ini dipastikan tidak berpotensi memicu terjadinya tsunami,” tulis BMKG dalam pernyataan resminya melalui akun media sosial X.
Area yang merasakan getaran gempa ini terbilang sangat luas, mulai dari Purwakarta, Ciwidey, Cianjur, Garut, Bandung, hingga mencapai beberapa kawasan di ibu kota Jakarta. Hal ini menunjukkan kekuatan magnitudo gempa yang cukup besar meski pusatnya berada di kedalaman laut.
Hingga berita ini diturunkan, otoritas terkait masih terus memantau situasi di lapangan untuk memastikan dampak keseluruhan. Sejauh ini, kondisi umum di wilayah-wilayah terdampak dilaporkan masih terkendali tanpa adanya kerusakan infrastruktur yang berarti.(*/cnni)


