Jakarta, SeputarSumut — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) secara resmi menetapkan status tanggap darurat bencana pascagejala guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang melanda wilayah tersebut. Langkah ini diambil setelah empat kabupaten dan kota dilaporkan terdampak oleh guncangan yang mengakibatkan ribuan warga mengalami dampak langsung serta sejumlah bangunan mengalami kerusakan.
Pemberlakuan status darurat ini mengacu pada Surat Keputusan Gubernur Nomor 300 2.1/195/BPBD-C-ST/2026. Keputusan tersebut dinyatakan efektif berlaku selama satu pekan ke depan, terhitung mulai tanggal 17 Juni hingga 23 Juni mendatang.
Lintas Nasional: Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulawesi Tengah Status Tanggap Darurat Ditetapkan di Empat Kabupaten Kota
“Status tanggap darurat bencana ditetapkan selama 7 hari terhitung sejak tanggal 17 juni 2026 sampai dengan 23 juni 2026,” kata Gubernur Sulteng, Anwar Hafid dalam keterangannya, Rabu (17/6).
Adapun daerah yang masuk dalam cakupan wilayah status tanggap darurat ini meliputi Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Poso, dan Kota Palu. Keempat wilayah tersebut mengalami dampak akibat aktivitas pergerakan dari sesar aktif Palu Koro yang memicu gempa bumi.
“Dampak dari gempa bumi tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur, hilangnya nyawa, serta mengganggu kehidupan masyarakat di wilayah terdampak,” ungkapnya.
Terkait langkah penanggulangan, Anwar Hafid menuturkan bahwa pihak pemerintah telah menyiapkan dan mengalokasikan anggaran penanganan bencana yang bersumber dari APBD 2026.
“Anggaran tersebut akan diprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan dasar penyintas seperti air bersih, obat-obatan, serta tenda pengungsian yang sangat mendesak,” ungkapnya.
Sebagai tindakan awal di lapangan, jajaran pemerintah sejauh ini telah mendistribusikan logistik bantuan kepada 550 kepala keluarga yang menjadi korban terdampak guncangan gempa.
Gubernur Anwar Hafid juga menambahkan bahwa masa pemberlakuan status tanggap darurat ini masih berpotensi untuk diperpanjang, tergantung pada dinamika kebutuhan di lapangan serta perkembangan situasi lebih lanjut.
“Saat ini, tim gabungan masih terus melakukan pendataan untuk memastikan seluruh bantuan tersalurkan secara merata di titik pengungsian,” kata dia.(*/cnni)

