Jakarta, SeputarSumut — Sebanyak 42 kejadian gempa susulan tercatat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah setelah gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Kabupaten Parigi Moutong pada hari Selasa (16/6).
Peristiwa gempa bumi utama yang berlangsung pada kisaran pukul 10.27 WITA tersebut getarannya turut dirasakan oleh masyarakat di beberapa daerah, meliputi Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, serta Kabupaten Poso.
Lintas Nasional: BPBD Sulawesi Tengah Catat 42 Gempa Susulan Pasca-Gempa Magnitudo 6,7 di Parigi Moutong
Menurut penjelasan dari Kepala BPBD Sulawesi Tengah Asbudianto, pihak BMKG telah mendeteksi kemunculan puluhan aktivitas gempa susulan dengan tingkat kekuatan yang beragam hingga pukul 13.38 WITA.
“Jumlah gempa bumi susulan sebanyak 42 kali (update pukul 13.38 WITA), terdiri dari satu kali dengan magnitudo sekitar 5, sebanyak 10 kali dengan magnitudo sekitar 4, dan 31 kali dengan magnitudo sekitar 3. Selain itu, terdapat empat kali gempa susulan dengan magnitudo sekitar 2,” kata Asbudianto dalam keterangannya.
Data mengenai parameter gempa yang dikeluarkan oleh pihak BMKG memperlihatkan bahwa gempa bumi utama bermagnitudo 6,7 tersebut memiliki titik pusat atau episenter di area darat, berjarak sekitar 42 kilometer di arah tenggara Kota Palu pada tingkat kedalaman 10 kilometer.
“Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya sejumlah kejadian gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar titik gempa utama,” ujarnya.
Proses inventarisasi dan pengumpulan data mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh guncangan gempa di area-area terdampak sampai saat ini masih terus berjalan oleh petugas BPBD.
Kerusakan infrastruktur yang terpantau di wilayah Kota Palu meliputi keretakan pada struktur bangunan Jembatan III Palu serta beberapa gedung lain yang mengalami kerusakan. Adapun di daerah Kabupaten Sigi, bencana gempa ini memicu terjadinya tanah longsor di area Gunung Kamarora yang berakibat pada terputusnya saluran aliran air.
“Di Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso juga terdapat sejumlah bangunan yang mengalami kerusakan,” katanya.
Di samping kerusakan bangunan, jalur transportasi darat di kawasan Napu juga dilaporkan mengalami hambatan dan kerusakan imbas dari guncangan gempa. Guna memastikan seluruh akumulasi dampak yang terjadi di lapangan, pihak BPBD di tingkat lokal masih terus memaksimalkan proses peninjauan.
“Saat ini seluruh BPBD setempat masih melakukan pendataan,” ujar Asbudianto.(*/cnni)

