Jakarta, SeputarSumut – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, Kamis (27/11) siang, terjadinya gempa bumi susulan dengan kekuatan magnitudo 4,8. Guncangan terbaru ini terdeteksi mengguncang wilayah Aceh.
Gempa susulan berkekuatan M 4,8 ini tercatat menyusul kejadian gempa utama yang terjadi sebelumnya. Diketahui, gempa utama yang melanda Aceh memiliki kekuatan magnitudo 6,3 dan terjadi sekitar pukul 11:56 WIB.
Lintas Nasional: Gempa Susulan M 4,8 Guncang Aceh, BMKG Catat 6 Aftershock
Hingga saat ini, aktivitas kegempaan di Aceh terus dipantau intensif oleh BMKG. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyatakan bahwa monitoring BMKG menunjukkan adanya total 6 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar mencapai M 4,8, terhitung hingga pukul 13.00 WIB.
Berdasarkan analisis lebih lanjut mengenai karakter gempa tersebut, Daryono menerangkan bahwa gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal. Penentuan ini didasarkan pada lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.
Fenomena kegempaan ini dipicu oleh aktivitas subduksi yang terjadi di wilayah tersebut. Lempeng Indo-Australia diketahui menghunjam ke bawah Lempeng Eurasia, yang memicu guncangan. Hasil analisis mekanisme sumber juga mengindikasikan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Skala intensitas gempa yang dirasakan tercatat beragam di sejumlah lokasi. Guncangan terasa kuat di Simeulue dengan skala intensitas IV MMI, sedangkan di Aceh Selatan intensitasnya mencapai III-IV MMI. Selain itu, beberapa wilayah seperti Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Tenggara, Abdya, dan Singkil merasakan intensitas III MMI. Di Kabanjahe, Berastagi, Tiganderket, Pidie, dan Lhokseumawe, intensitas berada pada skala II-III MMI. Bahkan guncangan juga sampai dirasakan di Medan dan Silangit dengan skala intensitas II MMI.
Terkait dampak yang ditimbulkan, Daryono menambahkan bahwa hingga kini telah ada laporan mengenai kerusakan ringan akibat gempa bumi. Meskipun demikian, hasil pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.(*/cnni)


