Rabu, Juli 1, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Generasi Muda Tiongkok Enggan Rayakan Imlek, Ini Alasannya

Oleh Redaksi 15
Sabtu, 10 Februari 2024
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Tiongkok | Hampir 380 juta warga Tiongkok yang tinggal jauh dari kampung halaman hanya pulang ke rumah satu kali setiap tahunnya. Tahun Baru Tionghoa, festival paling penting untuk reuni keluarga, adalah waktu yang tepat untuk melakukan hal tersebut.

Melansir BBC Indonesia, Sabtu (10/2/2024), itu sebabnya perjalanan berbondong-bondong pulang ke kampung halaman – yang dikenal sebagai chunyun oleh warga Tiongkok – merupakan migrasi massal terbesar di dunia setiap tahunnya.

Dunia Internasional: Generasi Muda Tiongkok Enggan Rayakan Imlek, Ini Alasannya

Iklan Indako SeputarSumut

Pihak berwenang memperkirakan ada sembilan miliar perjalanan pada perjalanan mudik untuk merayakan tahun naga kali ini.

Kendati begitu, seorang pria yang menggangur lebih dari 6 bulan, Yuwen (33) mengaku cemas dengan perjalanan mudiknya karena khawatir akan ditanyai kerabatnya tentang segala aspek hidupnya, termasuk situasi pekerjaan, seperti gaji dan tunjangan.

Orangtuanya paham betul dengan kondisinya saat ini yang tak memiliki pekerjaan dan tidak memberikan tekanan terlalu banyak terhadapnya. Namun, keluarga besarnya tak tahu apa-apa.

Berita Terkait

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Kemajuan Produksi Pesawat Tempur Siluman J-35 Tiongkok Diklaim Semakin Canggih

Orangtuanya setuju Yuwen akan berbohong bahwa dia masih memiliki pekerjaan lamanya.

Yuwen hanya akan bertemu kerabatnya di rumah selama tiga hari. Biasanya dia akan menghabiskan waktu lebih dari sepekan bersama mereka.

“Ini akan segera berakhir,” katanya.

Di platform media sosial populer seperti Xiaohongshu dan Weibo, ratusan anak muda menulis mereka tidak akan pulang untuk merayakan Imlek. Seperti Yuwen, beberapa dari mereka baru-baru ini menjadi pengangguran.

Lebih satu dari lima orang berusia antara 16 dan 24 tahun di perkotaan adalah pengangguran, menurut data resmi bulan Juni 2023.

Pemerintah Tiongkok menunda rilis data pengangguran kaum muda hingga bulan lalu. Angka pengangguran sekarang mencapai 14,9%, tetapi data tersebut tidak termasuk siswa.

Setelah mengalami pertumbuhan yang sangat besar selama beberapa dekade, perekonomian Tiongkok melambat dan pemulihan pasca-Covid yang ditunggu-tunggu belum terwujud. Pasar properti di negara ini anjlok dan utang pemerintah daerah meningkat.

Namun, krisis kepercayaan mungkin merupakan masalah yang paling pelik. Para investor khawatir bahwa kepemimpinan Tiongkok akan memprioritaskan kendali partai atas pembangunan ekonomi.

Di bawah pemerintahan Xi Jinping, sejumlah tindakan keras terhadap perusahaan swasta dilakukan – mulai dari perusahaan teknologi hingga bimingan belajar privat.

Hubungan dengan negara-negara Barat juga memburuk karena Tiongkok semakin menunjukkan gigi menentang tatanan global.

Yuwen adalah korban tindakan keras terhadap perusahaan swasta. Pada tahun 2014, ia memutuskan mengejar gelar sarjana dalam pendidikan bahasa Mandarin di Beijing, sekitar 185 mil jauhnya dari kampung halamannya di Provinsi Hebei.

Hal ini dilakukan untuk “mengikuti gelombang kebijakan nasional” setelah Xi meluncurkan inisiatif Belt and Road setahun lalu demi mencari pengaruh yang lebih besar di luar negeri.

Setelah lulus, ia segera mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan bimbingan belajar swasta dan ditugaskan untuk mengelola dan melatih tutor asing untuk siswa Tiongkok.

Namun pada Juli 2021, pemerintah Tiongkok melarang bimbingan belajar swasta yang mencari keuntungan atas nama meringankan beban siswa.

Ini menjadi mantra kematian bagi industri bimbingan belajar.

Yuwen terpaksa berganti profesi dan mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan teknologi besar pada Januari 2023. Dia bertanggung jawab merumuskan aturan streaming langsung untuk platform luar negeri dan mengawasi kinerja influencer terkemuka.

Dia bertahan dengan pekerjaan barunya hanya dalam waktu hitungan bulan. Pasalnya, perusahaan tempatnya bekerja memutuskan untuk memindahkan operasi luar negerinya ke luar Tiongkok setelah Amerika Serikat mengancam akan memberikan sanksi terhadap perusahaan teknologi Tiongkok karena masalah keamanan nasional.

Upaya-upaya tegas yang dilakukan terhadap perusahaan teknologi besar sejak akhir tahun 2020 telah menghapus nilai lebih dari US$1 triliun, menurut laporan Reuters pada Juli.

Selama enam bulan terakhir, Yuwen telah mengirimkan lebih dari 1.000 resume. Ia belum menerima tawaran pekerjaan apa pun meski ekspektasi gajinya sudah diturunkan.

“Awalnya saya merasa cukup tenang tapi kemudian saya menjadi semakin cemas. Saya tidak menyangka akan sesulit ini.”

Di selatan kota Shenzhen, Qingfeng, seorang pelatih kebugaran, memutuskan untuk bepergian sendiri untuk merayakan Tahun Baru Imlek. Dia mengaku akan berbohong kepada orang tuanya bahwa dia tidak bisa membeli tiket.

“Siapa yang tidak ingin pulang untuk merayakan tahun baru? Tapi saya merasa malu.”

Setelah meninggalkan militer pada 2019, Qingfeng mulai bekerja sebagai instruktur kebugaran di Shanghai, dengan penghasilan sekitar 20.000 yuan. Tahun lalu, dia pindah ke Shenzhen agar bisa lebih dekat dengan pacarnya yang sedang belajar di kota tetangga, Hong Kong.

Demi mendapat pekerjaan yang lebih baik, pria berusia 28 tahun ini mencari pekerjaan di sebuah perusahaan perdagangan asing. Gaji yang dia terima sekitar 4.500 yuan – namun pekerjaan itu tak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya karena untuk biaya sewa tempat tinggalnya dia harus mengeluarkan 1.500 yuan setiap bulan.

Ekspor, yang merupakan penggerak utama ekonomi Tiongkok, melemah karena memburuknya hubungan Tiongkok dengan negara-negara Barat. Hingga kini, Presiden AS Joe Biden belum menghapus tarif perdagangan atas barang-barang ekspor dari Tiongkok yang diterapkan pada masa pemerintahan Donlad Trump.

Qingfeng meninggalkan pekerjaannya dua bulan kemudian dan kini dipekerjakan oleh gym baru yang akan dibuka setelah liburan. Namun dia tidak ingin bertemu keluarganya karena dia telah kehilangan hampir seluruh tabungannya tahun lalu. Dia belum mau membeberkan apa yang terjadi padanya.

“Bisa dibilang saya gagal di pasar saham.”

Pada awal Februari, saham Tiongkok jatuh ke level terendah dalam lima tahun. Akun Weibo milik Kedutaan Besar AS telah menjadi “tembok ratapan” bagi para investor Tiongkok, bahkan ada yang meminta bantuan dari Amerika. Beberapa mengkritik kepemimpinan saat ini.

Qingfeng tidak yakin apakah dia akan mampu membangun basis pelanggan baru di tengah krisis ekonomi yang terjadi saat ini di Tiongkok.

“Banyak pusat kebugaran besar tutup belakangan ini karena utang mereka yang tinggi.”

Perekonomian yang lesu bukanlah satu-satunya alasan keengganan warga Tiongkok pulang ke rumah untuk merayakan Imlek bersama keluarga.

Sejumlah perempuan lajang mengaku tak mau ditekan untuk segera menikah oleh keluarga mereka ketika pertemuan keluarga – dan Xiaoba adalah salah satunya.

Terlepas dari tahun-tahun pandemi, ini menjadi tahun pertamanya tidak pulang ke rumah selama perayaan Imlek.

“Saya telah bekerja di seluruh negeri. Tiap kali saya pergi ke sebuah kota, ibu saya tiba-tiba menemukan seorang pria dan menyuruh saya untuk kencan buta. Itu keterlaluan,” kata manajer proyek berusia 35 tahun itu.

Populasi Tiongkok menyusut selama dua tahun berturut-turut. Rendahnya angka kelahiran berarti Tiongkok akan kehilangan pekerja muda, yang merupakan kekuatan utama dalam mendorong perekonomian negara tersebut.

Kaum muda semakin enggan untuk menikah dan memiliki anak, dan jumlah pernikahan tercatat menurun selama sembilan tahun berturut-turut, menurut data resmi.

Pada Oktober silam, Xi mengatakan perempuan memainkan “peran unik” dalam mempromosikan nilai-nilai tradisional dan ada kebutuhan untuk menumbuhkan “budaya pernikahan dan melahirkan anak baru” untuk mengatasi masalah populasi.

Namun upaya pemerintah untuk mendorong angka pernikahan dan kelahiran sejauh ini belum efektif.

Xiaoba tidak lagi merasa panik untuk menikah dan menikmati gaya hidupnya. Dia berencana menghabiskan Tahun Baru Imlek bersama kucingnya dan menonton acara televisi di apartemen sewaannya di Shenzhen.

Yuwen berharap Tahun Baru Imlek berikutnya akan lebih baik.

“Saya yakin saya akan berhasil karena saya telah bertekad. Saya tidak pernah berpikir untuk menyerah.”

Kendati begitu, dia mengaku ada hal-hal di luar kendalinya.

“Saya tidak terlalu optimis dengan perekonomian pada tahun 2024.”

Narasumber yang diwawancara untuk liputan ini menggunakan nama samaran. (okezone)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com