Sabtu, Juli 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ekonomi

Gula Langka, Stok Hanya Cukup untuk 1 Bulan

Oleh Redaksi 15
Minggu, 21 April 2024
Foto: Gula Pasir

Ilustrasi gula pasir lokal. (ANTARA)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Jakarta | Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Isy Karim menegaskan ketersediaan stok gula di dalam negeri masih relatif aman jelang musim giling tebu.

Namun, Isy melihat adanya sinyal kelangkaan gula di dalam negeri. Isy mengungkapkan kondisi ini sedang diselidiki oleh pemerintah.

Berita Ekonomi: Gula Langka, Stok Hanya Cukup untuk 1 Bulan

Iklan Indako SeputarSumut

“Sebenarnya, kalau dari sisi stok masih cukup sampai bulan depan. Karena dari stoknya dari 300 (ribu ton) kan. Dari catatan kami, di BUMN dan swasta itu lebih dari 330-an (ribu ton). Artinya cukup untuk 1 bulan. Ketahanan stok itu kan 1,5 bulan, hampir 2 bulan, jadi cukup lah itu stoknya,” katanya kepada wartawan di Jakarta, dikutip Minggu (22/4/2024).

Di sisi lain, dia menambahkan, kenaikan harga gula di pasar internasional turut berdampak ke dalam negeri. Kondisi ini menyebabkan kesulitan pasokan ke dalam negeri.

Akibatnya, pemerintah harus menaikkan harga acuan pemerintah (HAP) gula di tingkat konsumen sebesar Rp1.500 per kg. Harga ini berlaku mulai 5 April – 31 Mei 2024.

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional

Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat

Saat ditanya apakah gula di dalam negeri langka, Isy menjawab: “Ya karena lebih kesulitan memperoleh gula di sana dengan harga yang boleh di Indonesia kan. Harganya kan di luar tinggi,” katanya.

“Kan kemarin dapatnya sebelum direlaksasi itu juga kan. Jadi kan perlu waktu untuk negosiasi, dan sudah turun. Nah sekarang juga sudah mau memasuki musim giling lagi kan bulan Mei,” tambah Isy.

Penyebab Gula Langka
Pemerintah, lanjutnya, juga sedang mengidentifikasi penyebab sebenarnya kelangkaan gula di dalam negeri.

“Ini yang lagi dibahas, nanyanya harusnya ke Bapanas jangan saya,” sebutnya.

“Saya sudah ke Kemenko, sekarang ada rapat gula di sana mengenai roadmap pergulaan. Sekalian ngobrolin ini karena sudah mulai ada kelangkaan. Tapi penanganannya di Bapanas. Kami menyampaikan hasil pemantauan kami,” ungkap Isy.

Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoen menyebut, kenaikan harga gula di tingkat konsumen terjadi karena ketersediaannya yang kurang, ditambah pemerintah tidak memiliki stok atau cadangan gula nasional. Sehingga saat harga gula tengah bergejolak seperti saat ini, pemerintah tidak bisa melakukan intervensi harga.

“Harga (di konsumen) naik sekarang ini karena kita nggak pernah pegang stok. Jadi ada kenaikan itu di pedagang,” ujarnya.

“Nah itulah kelemahan kita, karena setiap kita impor kita ini tidak simpan stok untuk cadangan. Karena itulah saya tegaskan, kita ini harus pegang stok dong. Negara sebagai bapaknya rakyat tidak pegang stok ini gimana? Jadi kalau ada kenaikan di pasar, pemerintah tidak bisa intervensi harga,” tegas Soemitro. (cnbcindonesia)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Wakil Wali Kota Medan Hadiri Pembukaan Pekan Raya Sumatera Utara ke-50 Tahun 2026
  • Netflix Resmi Rilis Serial Fiksi Ilmiah Human Vapor Hasil Kolaborasi Jepang dan Korea Selatan
  • Potensi Terapeutik Nikotin untuk Terapi Gangguan Saraf
  • Ketua DPRD Medan Apresiasi Kolaborasi Pemko dan PWPM Promosikan UMKM
  • Empat Rumah Warga di Pintu Bosi Tapanuli Utara Hangus Terbakar
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com