Jakarta, SwputarSumut — Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki dilaporkan kembali meningkat dengan terjadinya erupsi pada Kamis pagi, 23 April 2026, sekitar pukul 07.21 WITA. Letusan kali ini melontarkan kolom abu vulkanik dengan ketinggian mencapai 1.800 meter dari atas puncak kawah gunung tersebut.
Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lewotobi, asap kawah teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak dominan menuju arah barat daya. Sebaran abu ini diidentifikasi berisiko tinggi mengganggu jalur penerbangan, khususnya di wilayah udara yang mengelilingi Bandara Maumere.
Lintas Nasional: Gunung Lewotobi Laki Laki Erupsi Kolom Abu 1800 Meter Bandara Maumere Ditutup Sementara
Laporan resmi yang disusun oleh Emanuel Rofinus Bere pada Kamis menyebutkan bahwa tinggi kolom abu yang keluar mencapai 1,8 kilometer. Secara teknis, peristiwa erupsi ini tercatat melalui alat seismogram dengan kekuatan amplitudo maksimum mencapai 22,2 mm, sementara durasi kegempaan berlangsung selama kurang lebih 1 menit 43 detik.
Akibat adanya paparan abu vulkanik tersebut, pihak otoritas penerbangan memutuskan untuk menghentikan operasional Bandar Udara Fransiskus Xaverius Seda, Maumere, untuk sementara waktu. Kebijakan penutupan ini diambil guna menjaga aspek keselamatan penerbangan dari risiko material vulkanik.
Masa penutupan bandara di Maumere dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai Kamis ini hingga hari Jumat, 24 April 2026, pada pukul 06.00 WITA. Keputusan ini merupakan respons cepat setelah tim teknis menemukan adanya sebaran abu yang masuk ke dalam jalur lintasan pesawat serta area pendekatan bandara.
Partahian Panjaitan selaku Kepala Unit Penyelenggara Bandara Maumere menjelaskan dalam keterangan resminya bahwa kebijakan ini didasari oleh penerbitan NOTAM Nomor C0487/26 NOTAMN. Langkah evakuasi operasional dilakukan karena faktor keamanan jalur udara sudah terganggu oleh aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Dampak dari penutupan sementara ini mengakibatkan sejumlah agenda penerbangan domestik terpaksa dibatalkan. Beberapa rute yang terdampak secara langsung meliputi jadwal Maumere-Makassar pulang pergi (PP) serta Maumere-Kupang pulang pergi (PP) untuk jadwal keberangkatan 24 April 2026.
Informasi terkini mencatat sebanyak 122 calon penumpang harus mengalami penundaan jadwal perjalanan mereka akibat situasi darurat alam ini. Meskipun memengaruhi rencana bepergian masyarakat, prioritas utama tetap diberikan pada perlindungan nyawa seluruh awak kabin dan penumpang pesawat.
Hingga berita ini diturunkan, tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki masih berada pada level Waspada. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari pihak berwenang dan menjauhi zona bahaya yang telah ditetapkan oleh pusat pengamatan gunung api setempat.(*/cnni)


