Jakarta, SeputarSumut — Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Malang dan Lumajang Jawa Timur kembali meningkat dengan catatan empat kali erupsi pada Kamis 9 April. Letusan tersebut terpantau memiliki ketinggian kolom abu yang bervariasi mulai dari 800 meter hingga satu kilometer dari atas puncak kawah.
Rangkaian erupsi dimulai pada dini hari tepat pukul 00.21 WIB dengan tinggi kolom abu yang mencapai 900 meter di atas puncak. Berdasarkan laporan tertulis yang disampaikan Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian kolom abu tersebut berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke timur laut.
Lintas Nasional: Gunung Semeru Meletus Empat Kali Hari Ini Tinggi Kolom Abu Capai Satu Kilometer
Data dari seismograf menunjukkan bahwa letusan pertama tersebut memiliki amplitudo maksimum sebesar 21 mm dengan durasi gempa letusan selama 122 detik. Tidak berselang lama aktivitas vulkanik kembali terjadi untuk kedua kalinya pada pukul 03.27 WIB dengan kekuatan yang lebih besar.
Pada erupsi kedua ini tinggi kolom letusan teramati mencapai satu kilometer di atas puncak gunung. Sigit menjelaskan bahwa abu vulkanik yang berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal tersebut bergerak menuju arah timur laut serta terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm selama 160 detik.
Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini kembali menunjukkan aktivitasnya pada pukul 04.30 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 800 meter di atas puncak. Fenomena alam ini membawa material abu berwarna putih hingga kelabu pekat yang kembali tertiup angin menuju arah timur laut.
Catatan teknis dari pihak pengamat menunjukkan bahwa erupsi ketiga tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 22 mm dan berlangsung dalam durasi 112 detik. Namun rentetan aktivitas ini belum berakhir karena pada pagi hari letusan kembali terjadi.
Sekitar pukul 06.10 WIB tercatat terjadi erupsi lagi dengan kolom letusan setinggi satu kilometer dari puncak kawah. Berbeda dengan sebelumnya kali ini kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal bergerak ke arah barat laut dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi yang lebih lama yakni 169 detik.
Saat ini status aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih bertahan pada Level III atau Siaga. Sehubungan dengan kondisi tersebut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG telah mengeluarkan sejumlah larangan termasuk larangan bagi masyarakat untuk beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.
Warga juga diminta untuk menjauhi area sejauh 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena adanya ancaman perluasan awan panas serta aliran lahar yang bisa mencapai jarak 17 kilometer dari puncak. Selain itu seluruh aktivitas manusia dilarang total dalam radius lima kilometer dari kawah utama guna menghindari bahaya lontaran batu pijar.
Kewaspadaan tinggi sangat diperlukan oleh masyarakat terhadap potensi awan panas guguran serta aliran lahar di sepanjang lembah sungai yang berhulu di puncak Semeru. Area yang paling rawan meliputi aliran Besuk Kobokan Besuk Bang Besuk Kembar dan Besuk Sat.
Sigit juga mengingatkan agar warga mewaspadai potensi banjir lahar yang dapat terjadi di sungai sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan terutama saat terjadi hujan di wilayah puncak gunung. Keselamatan warga menjadi prioritas utama di tengah kondisi vulkanik yang masih fluktuatif ini.(*/cnni)


