Iklan PT Indako Trading Coy
Minggu, Juni 21, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
SS
SeputarSumut
Advertisement
Beranda Ekonomi

Harga Beras di Medan Naik Usai Panen Raya Berakhir, Ekonom Gunawan Benjamin Soroti Faktor El Nino dan Rupiah

Oleh Redaksi 15
Minggu, 21 Juni 2026
Foto: ilustrasi beras (Ist)

ilustrasi beras (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Medan, SeputarSumut — Pergerakan harga beras medium di Kota Medan mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir seiring berakhirnya musim panen raya di wilayah Sumatra Utara. Ekonom Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, menegaskan bahwa lonjakan ini bukan dipicu oleh efek domino dari kenaikan harga bahan bakar minyak jenis Pertamax sebesar 3.950 per liter.

Berdasarkan pemantauan melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis atau PIHPS, dua jenis beras medium tercatat mengalami kenaikan masing-masing sebesar 200 per Kg dan 300 per Kg dalam sepekan terakhir. Perubahan harga komoditas pangan pokok ini dipantau secara langsung di Kota Medan pada Minggu, 21 Juni 2026.

Berita Ekonomi: Harga Beras di Medan Naik Usai Panen Raya Berakhir, Ekonom Gunawan Benjamin Soroti Faktor El Nino dan Rupiah

Iklan Indako SeputarSumut

Secara rinci, harga beras medium pertama mengalami kenaikan rata-rata dari posisi 15.050 per Kg pada 15 Juni menjadi 15.250 per Kg. Kenaikan rata-rata di Kota Medan tersebut dipicu oleh pergerakan di Pasar Brayan dan Pasar Petisah yang mengalami kenaikan sebanyak 500 per Kg.

Sementara itu, jenis beras medium lainnya secara rata-rata juga bergerak naik dari posisi 14.550 per Kg pada 15 Juni menjadi 14.850 per Kg di Kota Medan. Jika dilihat lebih detail, Pasar Brayan menyumbang kenaikan sebanyak 500 per Kg, sedangkan Pasar Petisah menyumbang kenaikan sebesar 1.000 per Kg.

“Namun sepekan setelah kenaikan harga Pertamax, saya tidak melihat ada dampak besar yang memicu terjadinya kenaikan harga sejumlah kebutuhan pangan,” jelas Gunawan Benjamin saat memaparkan hasil analisisnya.

Berita Terkait

Satgas PASTI Hentikan Aktivitas KOL yang Promosikan Pedagang Aset Keuangan Digital Ilegal

Volume Penumpang KAI Divre I Sumatera Utara Melonjak pada Hari Pertama Libur Sekolah 2026

Ia mengakui bahwa pada dasarnya kenaikan harga Pertamax memang berpeluang mendorong biaya operasional perusahaan yang berpotensi menaikkan harga jual produk. Namun, kenaikan harga beras secara umum saat ini lebih dikarenakan oleh siklus musim panen raya yang sudah berakhir di wilayah Sumatra Utara.

Terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh pemerintah karena harga beras saat ini bisa saja bertahan mahal hingga akhir tahun. Faktor pertama dipicu oleh ancaman iklim yang dapat mengganggu jalannya roda produksi pangan domestik.

“Pertama, ada ‘godzila elnino’ yang berpeluang menekan produktifitas tanaman padi,” tuturnya.

Faktor kedua yang menjadi perhatian adalah adanya tren kenaikan harga pupuk, herbisida, pestisida, hingga potensi lonjakan kenaikan gaji buruh tani. Pada level ini, pupuk untuk petani padi umumnya adalah pupuk subsidi, tetapi komponen produksi lainnya justru berpeluang mengalami kenaikan termasuk biaya akibat penyesuaian harga Pertamax.

“Ketiga Rupiah masih berada dalam tekanan atau melemah. Pelemahan Rupiah menjadi salah satu beban yang dikeluhkan petani sebelumnya,” ungkap Gunawan.

Pihaknya menambahkan, meskipun pemerintah memberikan pengumuman bahwa Indonesia masih mengalami surplus beras, dampak pelemahan Rupiah tetap berpeluang mendorong kenaikan biaya produksi pertanian. Situasi ini kian kompleks akibat ketidakpastian tensi geopolitik ditambah masalah El Nino serta kendala teknis lain yang memicu kenaikan harga beras dunia.

“Jadi tren harga beras domestik kedepan akan sangat ditentukan oleh pasokan yang ada di pemerintah. Karena kalau berharap dari beras luar tentu pembentukan harganya akan lebih tinggi untuk saat ini,” pungkasnya.(Siong)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Serangan Militer Israel Tewaskan 32 Warga Lebanon di Tengah Gencatan Senjata dan Picu Ancaman Penutupan Selat Hormuz oleh Iran
  • Presiden Prabowo Subianto Beri Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Melalui Media Sosial
  • Harga Beras di Medan Naik Usai Panen Raya Berakhir, Ekonom Gunawan Benjamin Soroti Faktor El Nino dan Rupiah
  • Kebakaran Pabrik Mainan di Medan Johor Merembet ke Pemukiman Warga dan Hanguskan 11 Rumah
  • Jadwal Tayang Avatar The Last Airbender Musim 2 di Netflix dan Bocoran Alur Cerita Kerajaan Bumi
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan

@ 2020 SeputarSumut.com

Situs web ini menggunakan cookie. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda memberikan persetujuan terhadap penggunaan cookie. Kunjungi Kebijakan Privasi dan Cookie kami.