Rabu, Juli 1, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Hukuman Berat bagi Mantan Presiden Yoon Suk Yeol

Oleh Redaksi 15
Minggu, 22 Februari 2026
Foto: Mantan Presiden Yoon Suk Yeol.(Foto: Akun X/Twitter @kchartsmaster)

Mantan Presiden Yoon Suk Yeol.(Foto: Akun X/Twitter @kchartsmaster)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut — Krisis politik yang hampir menghancurkan pondasi demokrasi di Korea Selatan berakhir dengan dijatuhkannya hukuman berat terhadap mantan presiden Yoon Suk Yeol. Langkah hukum ini menjadi titik balik penting dalam sejarah penegakan keadilan di negara tersebut.

Vonis penjara seumur hidup akhirnya dijatuhkan oleh pengadilan setelah melalui proses panjang selama 14 bulan, meski parlemen hanya butuh 11 hari untuk memakzulkannya. Yoon dinyatakan terbukti bersalah atas tuduhan memimpin pemberontakan pasca deklarasi darurat militer pada 3 Desember 2024.

Dunia Internasional: Hukuman Berat bagi Mantan Presiden Yoon Suk Yeol

Iklan Indako SeputarSumut

Penuntutan pertanggungjawaban terhadap seorang kepala negara ini menjadi puncak dari upaya besar rakyat Korea Selatan dalam melindungi institusi demokrasi. Tindakan Yoon dianggap sebagai ancaman nyata bagi sistem yang telah dibangun dengan susah payah selama berpuluh-puluh tahun.

Kekacauan politik selama berbulan-bulan dipicu oleh pengumuman dekrit darurat militer yang sebenarnya hanya bertahan selama enam jam. Walaupun singkat, dampak yang ditimbulkan sangat masif bagi stabilitas nasional.

Aktivitas politik, demonstrasi, hingga kebebasan media dibungkam melalui dekrit yang dikeluarkan Yoon dengan dalih adanya “kegiatan anti-negara” dari pihak oposisi. Ia menuduh lawan politiknya bersimpati pada Pyongyang, yang memberikan wewenang militer untuk melakukan penangkapan tanpa surat perintah.

Berita Terkait

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Kemajuan Produksi Pesawat Tempur Siluman J-35 Tiongkok Diklaim Semakin Canggih

Langkah represif tersebut membangkitkan trauma masa lalu bagi generasi tua yang pernah hidup di bawah pemerintahan militer. Suasana mencekam itu mengingatkan kembali pada era kegelapan sejarah Korea Selatan.

Anggota legislatif berjuang keras menembus barikade tentara di gedung Majelis Nasional guna membatalkan status darurat tersebut pada malam kejadian. Ratusan warga sipil juga mulai memadati area depan parlemen di Seoul sebagai bentuk protes spontan.

Status darurat militer akhirnya dicabut setelah 190 anggota parlemen, termasuk rekan dari partai konservatif Yoon, melakukan pemungutan suara bulat pada pukul 01.00 dini hari. Tiga jam setelah keputusan parlemen tersebut, Yoon terpaksa menarik kembali dekritnya.

Pengalaman menegangkan malam itu dirasakan langsung oleh Song Hwa dan suaminya, Heo Woojin, yang langsung bergegas menuju gedung parlemen. Ketakutan akan pecahnya perang sempat terlintas di benak mereka saat mendengar pengumuman tersebut.

Suasana di lokasi digambarkan sangat dramatis oleh Heo, lengkap dengan helikopter yang berputar di udara dan cuaca dingin yang turun. Mengutip CNN, Song bahkan telah menyiapkan rujukan konstitusi sebagai dasar hukum untuk meminta pembatalan dekrit melalui jalur parlemen.

Kekuatan kolektif warga dianggap sebagai faktor kunci yang berhasil menyelamatkan demokrasi pada malam bersejarah itu. Menurut Heo, keberanian yang mereka tunjukkan adalah bentuk tindakan nyata meski diliputi rasa takut yang hebat.

Tindakan Yoon ini tercatat sebagai dekrit pertama dalam 44 tahun sejak masa kepemimpinan Chun Doo-hwan yang merebut kekuasaan lewat kudeta. Menariknya, Chun juga pernah menerima vonis pemberontakan sebelum akhirnya mendapatkan pengampunan dari pemerintah.

Sistem presidensial yang kuat dengan Blue House sebagai simbolnya telah menjadikan Korea Selatan sebagai demokrasi yang dinamis dalam empat dekade terakhir. Namun, stabilitas ini sempat terguncang oleh manuver politik yang ekstrem.

Penyelidikan mendalam mengungkap adanya rencana tersembunyi Yoon yang melibatkan dugaan provokasi terhadap Korea Utara menggunakan drone rahasia. Hal ini diduga sengaja dilakukan untuk memperkuat alasan pemberlakuan status darurat militer secara nasional.

Ji Gwi-yeon selaku hakim ketua menegaskan bahwa upaya penangkapan lawan politik, termasuk Presiden Lee Jae-myung, merupakan tindakan pemberontakan. Pengerahan pasukan ke gedung parlemen menjadi bukti kuat adanya pelanggaran hukum yang berat.

Yoon sebenarnya adalah mantan jaksa yang baru terjun ke dunia politik dan berhasil memenangkan pemilu 2022 dengan keunggulan tipis. Ia dikenal sebagai sosok konservatif yang memiliki kedekatan kuat dengan Amerika Serikat namun bersikap keras terhadap China.

Penurunan popularitas Yoon disebabkan oleh berbagai skandal yang melibatkan istrinya serta kondisi ekonomi yang memburuk. Tuduhan mengenai kecurangan pemilu yang sering ia lontarkan juga tidak pernah terbukti secara sah di pengadilan.

Yoon tetap bersikukuh dalam persidangan bahwa darurat militer adalah langkah darurat untuk memecahkan kebuntuan politik di negaranya. Ia bahkan menuding bahwa dakwaan pemberontakan yang diarahkan kepadanya hanyalah sebuah konspirasi politik dan karya fiksi.

Hukuman mati sempat diajukan oleh jaksa penuntut, meskipun Korea Selatan sudah sangat lama tidak mengeksekusi terpidana. Selain vonis seumur hidup bagi Yoon, sejumlah pejabat militer dan mantan Menteri Pertahanan juga menerima hukuman penjara yang bervariasi antara tiga hingga 30 tahun.

Mantan Perdana Menteri Han Duck-soo juga tidak luput dari jeratan hukum dengan vonis 23 tahun penjara. Saat ini, Yoon masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding sembari menghadapi rentetan persidangan pidana lainnya.

Krisis ini dipandang oleh para pengamat hukum di Seoul sebagai ujian nyata bagi ketahanan demokrasi di Korea Selatan. Peristiwa ini menunjukkan seberapa kuat institusi negara dalam menghadapi serangan frontal dari dalam.

Pelajaran paling berharga dari insiden ini bagi warga seperti Song dan Heo adalah betapa pentingnya peran aktif masyarakat. Mereka meyakini bahwa tindakan kecil dari setiap individu mampu membawa perubahan besar bagi dunia dan masa depan bangsa.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com