seputar-Medan | Usai pelaksanaan salat Iduladha, klinik kecantikan The Clinic Beautylosophy, Jalan Sekip Medan menyembelih hewan kurban dua kambing dan satu sapi di lapangan Jalan Waringin Medan, Kamis (29/06/2023).
Penyembelihan sapi bernama Bawor berbobot super 1,34 ton yang bisa dikatakan satu-satunya hewan kurban terbesar untuk wilayah Provinsi Sumatera Utara itu turut disaksikan Penanggungjawab The Clinic Beautylosophy, Dr.dr.Arya Tjipta, Sp. B.P.R.E., Subsp.K.M(K) bersama istri dr Ratna Dianitami.
Info Medan: Iduladha, The Clinic Beautylosophy Sembelih Sapi Berbobot Super 1,34 Ton
“Rencananya daging kurban ini akan kita bagikan untuk masyarakat dan kaum duafa sebanyak 700 kepala keluarga. Hewan kurban kali ini sapi jenis Brahman, salah satu yang terbesar dengan bobot super 1,34 ton. Mungkin ini satu-satunya sapi terbesar di Indonesia atau untuk wilayah Provinsi Sumatera Utara. Insya Allah ini merupakan hewan kurban persembahan terbaik yang bisa kami berikan di Hari Raya Iduladha,” kata dr.Arya.
Dr Arya menjelaskan, sapi berusia 5 tahun dengan berat dan ukuran luar biasa ini hebatnya didapat dari salahsatu peternak di sekitar Tanjung Morawa. Artinya untuk mendapat sapi berukuran super ini tidak hanya ada di Pulau Jawa namun sebenarnya di Sumatera Utara tepatnya Medan juga memiliki peternak yang mampu mengembangkan sapi berbobot jumbo.
“Sebelumnya nggak ada segini besar, ini mungkin hewan kurban terbesar yang pernah saya buat pada tahun ini secara pribadi. Alhamdulillah ini menunjukan peternak di Sumatera Utara juga hebat-hebat, ternyata bisa menghasilkan sapi organik berukuran besar dengan segala keterbatasan fasilitas yang dimiliki,”tutur dr Arya didampingi peternak sapi Sugiatno.
Dalam kesempatan itu, Sugiatno menceritakan sapi bernama Bawor miliknya itu pernah masuk nominasi 3 besar yang akan dipesan oleh Presiden Joko Widodo untuk dijadikan hewan kurban pada hari raya Iduladha 2022. Lantaran saat itu lagi musim penyakit mulut dan kuku (PMK) dan Bawornya juga terjangkit PMK maka pemesanan tersebut batal dilakukan.
“Saat itu Bawor sudah masuk nominasi 3 besar dan mau diambil oleh Bapak Presiden Jokowi. Namun karena saat itu Bawor kena penyakit PMK maka tidak jadi diambil Bapak Presiden,”kata peternak sapi yang beralamat di Dusun V, Desa Telaga Sari, Kecamatan Tanjung Morawa ini.(Siong)

