Medan, SeputarSumut — Pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 diyakini mampu menstimulus perputaran ekonomi di Kota Medan hingga menyentuh angka Rp72,3 miliar. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menjelaskan bahwa agenda ini bukan sekadar wadah konsolidasi bagi pemerintah kota di tanah air, melainkan juga instrumen strategis yang berdampak konkret pada sektor pariwisata, perhotelan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga roda ekonomi masyarakat lokal.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Rico Waas dalam sesi konferensi pers Rakernas XVIII APEKSI di Kota Medan pada Selasa (30/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi oleh Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam, Wakil Ketua Bidang Pemerintahan dan Otonomi Eva Dwiana, Wakil Ketua Bidang Inklusi dan Hak Asasi Manusia Muhammad Tauhid Soleman, serta Wakil Ketua Bidang Akselerasi Kota Cerdas Respati Ardianto. Hadir pula Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, jajaran pimpinan perangkat daerah, beserta awak media.
Info Medan: Proyeksi Perputaran Ekonomi Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Kota Medan Capai Rp72,3 Miliar
Dari total estimasi perputaran uang tersebut, Rico Waas memerinci bahwa sekitar Rp17 miliar di antaranya bersumber dari belanja langsung para peserta maupun panitia yang mengalir ke pelaku usaha setempat.
“Rp17 miliar itu merupakan belanja langsung kepada pelaku usaha lokal. Sementara total proyeksi perputaran ekonomi yang telah dihitung Bappeda mencapai kurang lebih Rp72,3 miliar. Mudah-mudahan target ini dapat tercapai karena setiap kota membawa rombongan yang cukup banyak, ditambah berbagai aktivitas formal maupun informal selama pelaksanaan Rakernas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rico Waas memaparkan bahwa sektor jasa penyelenggara kegiatan menjadi penyumbang kontribusi terbesar dalam perputaran ekonomi kali ini. Di posisi berikutnya, sektor hotel dan akomodasi diproyeksikan memberikan andil sebesar 37,30 persen, diikuti sektor makanan, minuman, dan UMKM yang diprediksi menyumbang 11,27 persen. Demi memaksimalkan dampak finansial tersebut, Pemerintah Kota Medan melibatkan sebanyak 294 pelaku UMKM yang ditempatkan di tiga titik strategis, yakni Mal Pelayanan Publik, Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, dan Lapangan Benteng.
Di samping menjadi motor penggerak ekonomi daerah, perhelatan berskala nasional ini turut dimanfaatkan sebagai momentum emas untuk mengampanyekan berbagai potensi unggulan Kota Medan kepada seluruh kepala daerah se-Indonesia.
“Kami ingin menunjukkan apa yang dimiliki Kota Medan, mulai dari kebudayaan, kuliner, karakter masyarakat, hingga berbagai potensi kerja sama yang bisa dikembangkan bersama daerah lain,” kata Rico Waas.
Mengenai jadwal pelaksanaan, ia menyebutkan bahwa rangkaian acara telah bergulir sejak 28 Juni lewat agenda Youth City Changers (YCC). Selanjutnya, tepat pada 1 Juli yang bertepatan dengan Hari Jadi ke-436 Kota Medan, akan diselenggarakan upacara peringatan hari ulang tahun kota, Mayors Forum, Mayors Talk, pembukaan Indonesia City Expo (ICE), serta rangkaian agenda pendukung lainnya.
Memasuki tanggal 2 Juli, aktivitas akan diisi dengan olahraga bersama, aksi penanaman pohon, peresmian Tugu Kota Tangguh, sidang pleno Rakernas, hingga parade Colorful Medan Carnival yang melibatkan delegasi dari 73 kota. Seluruh rangkaian kegiatan ini dijadwalkan berakhir dengan penutupan Indonesia City Expo pada 3 Juli dan ditutup dengan panggung Hiburan Rakyat pada 4 Juli.
Tingkat partisipasi dan antusiasme peserta dalam menyukseskan Rakernas ini dinilai sangat tinggi. Rico Waas mengonfirmasi bahwa dari total 98 kota yang tergabung dalam keanggotaan APEKSI, sebanyak 88 wali kota, empat wakil wali kota, dua sekretaris daerah, serta satu pejabat perwakilan kepala daerah dipastikan hadir langsung di Kota Medan.
Ia juga menegaskan bahwa Rakernas APEKSI tahun ini dirancang agar tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial belaka. Pertemuan besar ini ditargetkan mampu memformulasikan rekomendasi strategis melalui beberapa forum tematik, meliputi Forum Pangan, Forum Bappeda, Forum Lingkungan Hidup, dan Forum Komunikasi Digital (Komdigi).
“Harapannya, Rakernas ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan komitmen dan aksi nyata. Kami mendorong seluruh rekomendasi dari forum-forum tersebut dapat ditindaklanjuti oleh APEKSI sehingga benar-benar memberi manfaat bagi daerah,” ungkapnya.
Rico Waas menaruh harapan besar agar Kota Medan mampu bertindak sebagai tuan rumah yang ramah sekaligus menorehkan impresi positif bagi seluruh delegasi yang hadir.
“Mudah-mudahan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, memberikan manfaat bagi peserta, sekaligus membawa dampak positif bagi perekonomian dan citra Kota Medan,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam mengapresiasi tingginya tingkat kehadiran para kepala daerah beserta jajaran perangkat daerah dalam Rakernas kali ini. Menurutnya, hal tersebut merefleksikan solidnya semangat kolaborasi antarkota di tengah situasi tantangan fiskal yang dihadapi. Alwis menilai Rakernas merupakan wadah yang tepat untuk saling bertukar pengalaman, menyusun solusi kolektif, dan menghasilkan rekomendasi operasional demi kemajuan seluruh tata kota di Indonesia. Beberapa penyempurnaan yang dilakukan antara lain memperbaiki alur antarkalimat, menyesuaikan EYD dan tanda baca, mengubah ‘memberi’ menjadi ‘memberikan’ pada konteks formal, menyempurnakan nama Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, menuliskan H. Zakiyuddin Harahap secara lengkap, serta memperjelas penyebutan Forum Komunikasi Digital (Komdigi) agar lebih mudah dipahami pembaca.(*/redaksi)


