Medan, SeputarSumut — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan performa positif dengan menguat 2,28 persen ke level 5.875,750 pada penutupan perdagangan akhir pekan, Sabtu, 4 Juli 2026. Pergerakan indeks sepanjang sesi terpantau berada di rentang 5.805 hingga 5.899, sejalan dengan tren penguatan yang terjadi di mayoritas bursa saham kawasan Asia.
Sejumlah emiten yang menjadi motor penggerak penguatan IHSG hari ini antara lain adalah BBCA, BBRI, BMRI, ANTM, serta BUMI.
Berita Ekonomi: IHSG Menguat 2,28 Persen Mengikuti Tren Bursa Asia pada Akhir Pekan
Ekonom Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menyoroti minimnya agenda ekonomi penting yang membuat pasar lebih mengandalkan sentimen regional serta pergerakan nilai tukar. Mata uang Rupiah ditutup menguat di level 17.945 per US Dolar setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah di 17.965 per US Dolar, seiring dengan pelemahan kinerja USD Index.
“Sentimen positif pasar keuangan pada perdagangan hari ini lebih dikarenakan oleh sikap Gubernur Bank Sentral AS yang bernada dovish,” jelas Gunawan di Medan.
Menurutnya, meski para pelaku pasar tetap menunggu rilis data penting dari Amerika Serikat sebagai referensi lanjutan, pernyataan The Fed yang cenderung dovish memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter ke depan.
“Dan selama tidak ada pemblokiran selat hormuz kembali, maka spekulasi kebijakan moneter ketat berpeluang memudar. Pasar keuangan untuk sementara waktu akan keluar dari tekanan,” tutur Gunawan.
Sementara itu, komoditas emas dunia terpantau stabil di level 4.170 dolar AS per ons troy atau setara dengan kisaran 2,41 juta rupiah per gram. Harga emas saat ini juga masih memperoleh keuntungan dari sikap dovish yang ditunjukkan oleh The Fed.(Siong)


