seputar-Jakarta | Timnas Indonesia U-19 dipastikan berhadapan dengan salah satu musuh bebuyutannya, Malaysia, di babak semifinal Piala AFF U-19 2024. Hal itu diketahui setelah Malaysia Vs Thailand bermain imbang 1-1 pada matchday terakhir Grup C yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Kamis (25/7/2024) sore WIB.
Hasil imbang ini membuat Malaysia ke semifinal dengan status juara Grup C usai mengoleksi 7 poin. Sementara Thailand melaju ke semifinal dengan status runner-up terbaik dengan 7 poin dan cuma kalah selisih gol dari Malaysia.
Update Olahraga: Indonesia Vs Malaysia di Semifinal AFF U-19, Tuah Indra Sjafri Dinanti
Duel semifinal antara Indonesia sebagai juara Grup A versus Malaysia dan Thailand berhadapan dengan juara Grup B Australia akan digelar pada 27 Juli 2024 sore dan malam.
Pada saat bersamaan di matchday terakhir Grup C, duel Singapura vs Brunei Darussalam di Gelora 10 November, Kamis (25/7/2024), Singapura menang dengan skor 2-0, namun tetap tersingkir bersama Brunei.
Lantas dengan pencapaian Timnas Indonesia U-19 sejauh ini, apakah performa tim asuhan Indra Sjafri sudah menjanjikan?
Dalam tiga pertandingan babak Grup A, penguasaan bola Garuda Nusantara, sebutan Indonesia U-19, tinggi. Bahkan saat menang 6-2 atas Timor Leste mencapai 70 persen.
Dalam laga tersebut, meski Indra Sjafri mencadangkan beberapa pemain, kualitas permainan yang diperlihatkan tak merosot. Daya juang dan agresivitas pemain tetap sama.
Sebanyak 14 gol dicetak Iqbal Gwijangge dan kawan-kawan, dengan dua kali kebobolan. Ini memperlihatkan daya dobrak pemain terbilang tajam, sedangkan sisi pertahanan kukuh.
Namun, kebobolan dua kali jadi catatan. Dua gol Timor Leste menunjukkan ada sisi lemah yang harus diperbaiki Indra. Jika tidak, ini akan jadi titik rapuh dalam laga semifinal nanti.
Komposisi bertahan Indonesia U-19 dengan duet Iqbal dan Kadek Arel terbilang solid. Bahkan keduanya aktif membantu serangan dengan menyumbang tiga gol.
Posisi bek sayap, yang biasa diisi Rizdjar Nurviat dan Felix Kamaru, juga solid. Keduanya aktif turun naik dan tahu posisi. Hanya saja, beberapa kali telat saat transisi negatif.
Kehadiran Welber Jardim dan Jens Raven juga mendongkrak. Dua pemain ini bisa memberikan rasa nyaman kepada rekan-rekannya. Dan, yang terpenting mereka tidak egois.
Sayangnya Welber mengalami cedera. Ia terlihat menggunakan kursi roda selepas laga melawan Timor Leste. Ada kemungkinan pemain yang berkiprah di Brasil ini absen di semifinal.
Jika Welber absen, Indra tak khawatir. Pemain lainnya, seperti Dony Tri Pamungkas dan Arlansyah Abdulmanan siap mengisi. Bahkan Doni adalah pemain utama di sisi sayap.
Jam terbang pemain yang pernah tampil di Piala Dunia U-17 2023 dan ikut turnamen di Prancis, membuat mentalitas pemain kukuh. Ini tanda positif sebelum semifinal.
Diketahui peluang Kamboja sebagai runner up Grup A ke semifinal tertutup karena hanya memiliki tiga poin. Runner up Grup B yakni Vietnam yang hanya mengumpulkan lima poin juga tak bisa menyamai poin runner up Grup C yang ditempati Thailand.
Mengacu statistik, Malaysia sebelumnya memang diprediksi lebih berpeluang menjadi lawan Indonesia. Tim Harimau Malaya Muda sudah mengoleksi 16 gol dan belum kebobolan dalam dua laga di babak penyisihan Grup C. Mereka jadi tim tersubur saat ini setelah menang telak 11-0 atas Brunei dan menghajar Singapura 5-0.
Kabar baiknya, Garuda Nusantara tak gentar bertemu Malaysia atau Thailand di semifinal. Ini karena pemain Indonesia U-19 sudah terbiasa melawan tim-tim yang kualitasnya jauh lebih baik.
Satu hal lainnya, Indra punya program pelatihan yang matang. Indra memang dikenal sebagai pelatih yang lihai mengatur performa pemain agar puncaknya di final.
Gelar juara SEA Games 2023, Piala AFF U-22 2019, dan Piala AFF U-19 2013 adalah buktinya. Dalam tiga periode ini terlihat performa pemain terus meningkat dari laga ke laga.
Hal sama terlihat di Piala AFF U-19 2024 ini. Ketika menang 6-0 atas Filipina, terlihat pemain Indonesia U-19 belum begitu matang. Banyak kesalahan individu yang tercipta.
Berikutnya saat menang 2-0 atas Kamboja, peningkatan terjadi. Jumlah gol memang lebih sedikit, tetapi daya serang dan sistem pertahanan terlihat semakin membaik.
Adapun di laga melawan Timor Leste, rotasi dilakukan. Perubahan ini tak mereduksi. Ini tanda Timnas Indonesia U-19 tampil lebih solid, garang, dan matang di babak semifinal ? Menarik untuk kembali menantikan tuah Indra Sjafri. (cnnindonesia/ss)


