Medan, SeputarSumut – Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara (BPS Sumut) mencatat Provinsi Sumatera Utara mengalami inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 4,66 persen pada Desember 2025. Angka ini dibarengi dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang berada di level 112,25.
Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, menjelaskan bahwa kondisi inflasi di wilayah Sumatera Utara menunjukkan variasi yang cukup signifikan antar wilayah pantauan.
Berita Ekonomi: Inflasi Sumut Desember 2025 Capai 4,66 Persen
”Berdasarkan hasil pemantauan kami pada Desember 2025, inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kota Gunungsitoli yang menyentuh angka 10,84 persen dengan IHK 119,24. Sebaliknya, inflasi terendah tercatat di Kabupaten Karo sebesar 3,15 persen dengan IHK 111,20,” ujar Asim Saputra di Medan, Senin (5/1/2026).
Kelompok Pengeluaran Pemicu Inflasi
Menurut Asim, kenaikan inflasi tahunan ini dipicu oleh naiknya indeks harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang kenaikan tertinggi, disusul oleh sektor pangan.
”Inflasi y-on-y ini didorong oleh kenaikan harga di berbagai sektor. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya melonjak hingga 14,83 persen, sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik sebesar 8,44 persen,” jelasnya.
Selain itu, beberapa kelompok lain juga memberikan kontribusi terhadap inflasi, di antaranya:
- Kesehatan: naik 3,15 persen.
- Pendidikan: naik 2,82 persen.
- Penyediaan makanan dan minuman/restoran: naik 2,43 persen.
- Pakaian dan alas kaki: naik 1,57 persen.
- Transportasi: naik 1,37 persen.
Meskipun mayoritas mengalami kenaikan, Asim menyebutkan ada dua kelompok yang mengalami deflasi atau penurunan indeks. “Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun sebesar 0,28 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang turun tipis 0,02 persen,” tambah Asim.
Data Inflasi Bulanan
Lebih lanjut, BPS Sumut juga melaporkan tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Desember 2025 berada di angka 1,66 persen. Sementara itu, tingkat inflasi year-to-date (y-to-d) tercatat sama dengan angka tahunan yakni sebesar 4,66 persen.
”Secara keseluruhan, pergerakan harga di akhir tahun ini dipengaruhi oleh pola konsumsi masyarakat dan fluktuasi harga di pasar yang tercermin dalam kenaikan IHK kita,” pungkas Asim Saputra.(Siong)

