Medan, SeputarSumut — Berkendara menggunakan sepeda motor di jalur berbukit membutuhkan perhatian dan kesiapan ekstra dibandingkan melintasi jalan ber kondisi relatif datar. Kontur jalan yang dipenuhi tanjakan, turunan panjang, serta tikungan menuntut pengendara untuk cermat dalam mengendalikan kendaraan sekaligus memastikan sistem pengereman bekerja secara optimal.
Kondisi medan yang menantang tersebut dapat dijumpai di sejumlah wilayah Sumatera Utara, salah satunya di Kabupaten Karo yang dikenal memiliki karakteristik jalan berkelok dengan tanjakan dan turunan cukup panjang. Oleh karena itu, penerapan budaya #cari_aman menjadi langkah krusial untuk menjaga keselamatan selama perjalanan.
Pernik Ragam: Tips Berkendara Aman Menggunakan Sepeda Motor Di Lintas Berbukit
Panduan Dan Keselamatan Berkendara Jalur Berbukit
Wan Muhammad Fahreza, Instruktur Safety Riding PT Indako Trading Coy selaku Main Dealer Honda wilayah Sumatera Utara, dengan semangat Satu Hati menjelaskan bahwa keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, melainkan juga kesiapan kendaraan sebelum digunakan.
“Ketika melintasi jalur berbukit, pengendara perlu mengantisipasi berbagai kondisi jalan dengan teknik berkendara yang benar serta memastikan sepeda motor dalam kondisi prima. Dengan begitu, risiko gangguan pada sistem pengereman dapat diminimalkan dengan tetap #cari_aman disepanjang perjalanan,” ujarnya.
Terdapat lima petunjuk teknis yang dapat diterapkan pengendara guna membantu menjaga keselamatan saat melintasi rute berbukit. Langkah pertama adalah memastikan kondisi rem selalu dalam keadaan baik sebelum berangkat. Pengendara wajib memeriksa ketebalan kampas rem, kondisi cakram atau tromol, serta volume minyak rem pada sistem hidrolik agar fungsi pengereman bekerja optimal.
Langkah kedua, gunakan teknik pengereman yang tepat dengan mengombinasikan penggunaan rem depan dan belakang secara seimbang. Pengendara diimbau menghindari menarik atau menginjak rem secara mendadak, terutama saat melintasi jalanan licin maupun turunan panjang karena dapat mengganggu kestabilan motor.
Petunjuk ketiga, sesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan dan cuaca. Saat memasuki turunan, kurangi kecepatan sejak awal, manfaatkan fungsi engine brake, serta jaga jarak aman dengan kendaraan di depan agar tidak perlu melakukan pengereman mendadak.
Langkah keempat, hindari membawa muatan yang melebihi kapasitas kendaraan. Beban yang berlebih memaksa sistem pengereman bekerja lebih keras serta dapat memengaruhi pengendalian sepeda motor, khususnya pada lintasan menurun.
Langkah kelima, lakukan servis berkala secara rutin sesuai anjuran pabrikan. Komponen kampas rem dan minyak rem perlu diperiksa maupun diganti sesuai jadwal perawatan. Jika rem terasa lebih dalam saat ditekan, mengeluarkan suara tidak normal, atau daya cengkeramnya berkurang, segera lakukan pemeriksaan sebelum kendaraan digunakan kembali.
Tindakan Darurat Saat Sistem Pengereman Bermasalah
Fahreza menambahkan, apabila pengendara merasakan gejala rem tidak bekerja sebagaimana mestinya saat sepeda motor masih melaju, tindakan pertama yang wajib dilakukan adalah tetap tenang dan tidak mematikan mesin. Lepaskan tuas gas secara perlahan, manfaatkan engine brake dengan menurunkan posisi gigi secara bertahap, lalu pompa tuas atau pedal rem jika memungkinkan.
Selanjutnya, arahkan sepeda motor menuju lokasi yang aman dan berpermukaan datar untuk berhenti. Hindari melakukan belokan tajam saat kendaraan masih dalam kecepatan tinggi, serta berikan tanda isyarat kepada pengguna jalan lainnya. Apabila unit sepeda motor dilengkapi lampu hazard, fitur tersebut dapat dinyalakan sebagai penanda situasi darurat.
“Apabila rem pernah terasa blong atau tidak bekerja normal, jangan gunakan kembali sepeda motor sebelum dilakukan pemeriksaan dan perbaikan. Membiasakan perawatan kendaraan, memahami teknik berkendara yang benar, serta menerapkan budaya #cari_aman merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan di jalan,” tutup Fahreza.(Siong)

