Medan, SeputarSumut — Faktor keamanan dan keselamatan selama berkendara menggunakan sepeda motor sangat dipengaruhi oleh ketepatan pemilihan riding gear, termasuk dalam menentukan jenis alas kaki yang digunakan. Meskipun sebagian kaum perempuan kerap mengandalkan sepatu jenis wedges atau high heels demi mendongkrak penampilan sekaligus mempermudah kaki menapak ke permukaan jalan, aspek keselamatan dari penggunaan alas kaki jenis tersebut sejatinya tidak terjamin saat berkendara.
Pentingnya penyesuaian kelengkapan berkendara guna mendukung aspek keseimbangan, kontrol, serta kenyamanan di atas motor dipaparkan oleh Wan Muhammad Fahreza selaku Instruktur Safety Riding PT Indako Trading Coy yang bertindak sebagai main dealer Honda di Sumatera Utara. Dirinya memberikan penegasan bahwa setiap pengendara idealnya wajib mengenakan alas kaki yang memang diproduksi khusus untuk memenuhi standar kebutuhan riding.
Pernik Ragam: Instruktur Safety Riding Ungkap Bahaya Penggunaan High Heels dan Wedges Saat Mengendarai Sepeda Motor
“Banyak pengendara perempuan memilih menggunakan high heels atau wedges karena merasa posturnya lebih mudah menjangkau permukaan jalan. Namun, perlu dipahami bahwa alas kaki seperti heels tidak dirancang untuk aktivitas berkendara sehingga perlindungannya kurang maksimal dan dapat memengaruhi keseimbangan saat mengoperasikan sepeda motor. Untuk itu, selalu utamakan keselamatan dengan memilih riding gear yang tepat dan terapkan semangat #cari_aman di setiap perjalanan,” ujar Fahreza.
Terdapat empat panduan krusial yang wajib diperhatikan oleh para pengendara sepeda motor guna memastikan aspek kenyamanan dan keselamatan tetap terjaga secara optimal sepanjang perjalanan.
Poin pertama, pengendara sangat dilarang memakai sepatu model wedges ataupun high heels saat sedang menyetir sepeda motor. Karakteristik haknya yang tinggi dinilai bakal memicu posisi pijakan kaki menjadi goyah atau tidak stabil, sehingga berisiko menimbulkan hambatan sewaktu mengoperasikan rem, merubah posisi kaki, hingga saat menahan beban motor sewaktu dalam kondisi berhenti.
Poin kedua, masyarakat dianjurkan untuk selalu memakai model alas kaki yang memiliki desain menutup sampai ke area mata kaki. Pemakaian sepatu bermodel tertutup ataupun sepatu khusus untuk aktivitas berkendara diklaim mampu menyajikan proteksi yang jauh lebih mumpuni sekaligus mempertahankan aspek kestabilan kaki sewaktu menekan tuas rem belakang maupun persneling.
Poin ketiga, para pengendara diimbau untuk selalu memilih jenis sepeda motor yang selaras dengan dimensi postur tubuhnya dan tidak memaksakan diri jika merasa kurang pas. Apabila posisi duduk dirasa kurang nyaman, opsi alternatif yang dapat diambil yaitu dengan memanfaatkan jenis sepatu riding yang mempunyai sedikit hak namun dipastikan bersertifikasi khusus untuk mengemudi, sehingga tetap aman tanpa mereduksi tingkat kenyamanan.
Poin keempat, prinsip mengedepankan kampanye #cari_aman saat berada di jalan raya harus selalu ditempatkan di atas urusan penampilan semata. Jika ada tuntutan profesi kerja atau agenda acara yang mengharuskan pemakaian high heels, pengendara disarankan tetap memakai sepatu pelindung yang aman terlebih dahulu selama berada di perjalanan, baru kemudian menukarnya dengan high heels sesampainya di lokasi tujuan.
Keselamatan pada dasarnya memegang status sebagai prioritas paling mendasar yang tidak boleh ditawar dalam setiap agenda perjalanan. Kedisiplinan dalam memakai jenis alas kaki yang ideal bukan sekadar mendongkrak rasa nyaman, melainkan juga memberikan proteksi maksimal serta menjaga tingkat kendali penuh terhadap kendaraan. Melalui pembiasaan pemakaian alat pelindung diri yang ideal, mobilitas harian dapat terealisasi secara lebih aman, nyaman, dan senantiasa berpedoman pada jargon #cari_aman.(Siong)


