Jakarta, SeputarSumut — Selat Hormuz kini menjadi zona berbahaya setelah militer Iran mulai melancarkan aksi penyerangan terhadap kapal-kapal tanker minyak mentah yang nekat melintas di kawasan tersebut. Langkah agresif ini diambil di tengah meningkatnya tensi geopolitik di wilayah perbatasan laut tersebut.
Pihak militer Iran secara resmi mengonfirmasi pada Minggu (1/3) bahwa mereka telah mengeksekusi serangan terhadap sebuah kapal tanker. Berdasarkan laporan dari Anadolu Agency, tindakan tegas tersebut diambil lantaran kapal tersebut dianggap melanggar instruksi larangan melintas yang telah ditetapkan di Selat Hormuz.
Dunia Internasional: Iran Serang Kapal Tanker di Selat Hormuz Usai Ketegangan Memuncak
Upaya melintas secara ilegal menjadi alasan utama di balik serangan ini, sebagaimana dilaporkan televisi pemerintah Iran yang dikutip oleh Middle East Monitor. Kapal tanker tersebut terdeteksi berusaha melewati jalur selat meski peringatan keras telah dikeluarkan oleh otoritas setempat.
Kondisi mencekam di lokasi kejadian terekam melalui unggahan para pengguna media sosial yang memperlihatkan kapal tanker dalam kondisi hampir karam. Dalam video dan foto yang beredar, terlihat kepulan asap hitam yang pekat membubung tinggi dari badan kapal yang terkena serangan.
Laporan mengenai jatuhnya korban jiwa dikonfirmasi oleh Pusat Keamanan Maritim Oman pada Minggu pagi. Mereka menyatakan terdapat empat orang yang mengalami luka-luka akibat serangan terhadap kapal tanker minyak berbendera Palau tersebut, yang terjadi di titik sebelah utara Pelabuhan Khasab, Selat Hormuz.
Secara lebih terperinci, pusat keamanan menjelaskan bahwa kapal tanker bernama SKYLIGHT itu dihantam serangan saat berada di posisi lima mil laut sebelah utara pelabuhan Kegubernuran Musandam. Insiden ini memicu respons darurat di sekitar wilayah perairan tersebut.
Proses penyelamatan segera dilakukan terhadap seluruh kru dan penumpang yang berada di atas kapal. “Sebanyak 20 penumpang, yang terdiri dari 15 warga negara India dan 5 warga negara Iran, telah berhasil dievakuasi ke tempat aman,” tulis pernyataan resmi dari Pusat Keamanan Maritim Oman.
Keputusan Iran untuk menutup total akses Selat Hormuz merupakan reaksi langsung atas eskalasi konflik bersenjata. Wilayah tersebut ditutup rapat setelah Iran menerima rentetan serangan udara yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel sejak Sabtu (28/2).
Konflik ini mencapai titik nadir setelah operasi gabungan AS dan Israel dilaporkan menewaskan sejumlah tokoh krusial dalam struktur pemerintahan dan militer Teheran. Di antara para korban yang gugur, terdapat pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei, yang memicu kemarahan besar dari pihak Iran.(*/cnni)


