Jakarta, SeputarSumut — Gelombang serangan udara terbaru menggunakan pesawat nirawak diluncurkan oleh militer Iran dengan menyasar sejumlah pangkalan militer milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Melalui pernyataan resmi yang disiarkan oleh media pemerintah beberapa jam lalu, pasukan Teheran menyatakan telah menargetkan sistem radar serta instalasi pertahanan udara kepunyaan Washington yang berlokasi di Kuwait dan Bahrain.
Al Jazeera melaporkan bahwa gempuran di wilayah Kuwait diarahkan ke pangkalan udara Ali Al Salem dengan menghantam instalasi radar, sistem pertahanan Patriot, serta tangki bahan bakar militer. Pada saat yang bersamaan, wilayah pangkalan Sheikh Isa di Bahrain ikut menjadi sasaran serangan drone Iran yang menerjang sistem komunikasi serta instalasi radar strategis termasuk jenis Super Hawk dan Patriot.
Pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania juga tidak luput dari sasaran gempuran armada pesawat nirawak Iran pada Kamis, 16 Juli 2026 ini. Pihak Teheran mengaku pengerahan drone tersebut berhasil menghancurkan sistem komunikasi militer, situs radar tetap, serta depot penyimpanan bahan bakar yang berada di pangkalan udara Azraq.
Rangkaian serangan teranyar ini diklaim oleh pihak Iran sebagai tindakan balasan atas gempuran masif yang dilakukan Washington sebelumnya. Berdasarkan keterangan resmi dari pihak Iran, agresi militer Amerika Serikat terhadap barak Bampur di wilayah Iranshahr sebelumnya telah mengakibatkan tujuh tentara mereka tewas.(*/cnni)

