Jakarta, SeputarSumut — Seluruh fasilitas industri milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah kini dalam ancaman serius setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeluarkan peringatan keras untuk segera melakukan pengosongan.
Dalam pengumuman resminya, Teheran menegaskan bahwa daftar perusahaan Amerika tersebut kini telah dikategorikan sebagai “target militer yang sah”. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari eskalasi perang mereka dalam menghadapi aliansi AS-Israel.
Dunia Internasional: IRGC Tetapkan Perusahaan AS di Timur Tengah Sebagai Target Militer, Warga Diminta Menjauh
Warga sipil yang bermukim di sekitar area fasilitas tersebut sangat didesak untuk segera melakukan evakuasi. Berdasarkan laporan kantor berita Fars, imbauan ini dikeluarkan IRGC guna meminimalisir jatuhnya korban jiwa saat serangan dilakukan.
Mengutip data dari Anadolu, otoritas Iran telah menyusun daftar panjang yang mencakup berbagai sektor mulai dari industri, energi, hingga lembaga keuangan. Aset-aset tersebut tersebar di beberapa titik strategis, termasuk Amman (Yordania), serta Abu Dhabi dan Dubai (UEA).
Adapun rincian entitas bisnis Amerika Serikat yang masuk dalam daftar target serangan adalah sebagai berikut:
* Teknologi & Pertahanan: Lockheed Martin, Boeing, Microsoft, Oracle, Amazon Web Services (AWS), dan NSO Group.
* Energi & Komoditas: ExxonMobil dan Trafigura.
* Finansial & Konsultan: Citigroup, KKR, Boston Consulting Group (BCG), dan Bain & Company.
Keseriusan ancaman ini dibuktikan dengan adanya insiden nyata di lapangan. Pada 2 Maret lalu, pihak Amazon telah memverifikasi bahwa dua pusat data mereka di Uni Emirat Arab serta satu fasilitas di Bahrain menderita kerusakan fisik yang cukup parah akibat terjangan drone.
Situasi keamanan di kawasan ini memang terus memburuk pasca serangan gabungan yang diluncurkan AS dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari. Operasi militer tersebut dilaporkan mengakibatkan gugurnya sekitar 1.300 orang, di mana Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei disebut berada di antara daftar korban tewas.
Langkah balasan langsung diambil oleh Teheran dengan mengirimkan gelombang drone dan rudal yang diarahkan ke posisi Israel serta Yordania. Selain itu, Iran juga memperluas jangkauan serangannya ke Irak dan negara-negara Teluk yang diketahui menjadi lokasi pangkalan atau aset militer Amerika Serikat.
Dampak dari aksi saling balas ini tidak hanya mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa. Secara lebih luas, konflik ini telah memicu kekacauan pada pasar global serta menyebabkan gangguan masif pada jalur penerbangan internasional.(*/cnni)


