Jakarta, SeputarSumut — Dua latihan militer skala besar digelar oleh pasukan Israel di lokasi berbeda sejak Kamis (12/2), di tengah eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah. Latihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan operasional militer dalam menghadapi berbagai potensi ancaman keamanan.
Upaya diplomatik masih diupayakan oleh Trump yang menolak bersikap lebih keras meski Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah menyambangi Washington untuk menuntut penghentian program rudal balistik Teheran. Sebagai bentuk tekanan agar Iran segera menyepakati perjanjian nuklir, Amerika Serikat memilih mengerahkan kapal induk baru ke wilayah tersebut.
Dunia Internasional: Israel Gelar Dua Latihan Militer Besar-Besaran
Pengerahan kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R Ford, ke Timur Tengah oleh Amerika Serikat menjadi latar belakang dilakukannya latihan militer Israel ini guna menekan posisi Iran. Laporan kehadiran kapal induk tersebut mencuat hanya berselang sehari setelah pertemuan antara Netanyahu dan Trump di Amerika Serikat.
Persiapan pertahanan aset strategis di perairan Israel, termasuk pelabuhan dan fasilitas gas lepas pantai, menjadi fokus utama dalam latihan skala besar Angkatan Laut Israel di Mediterania. Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, menyebutkan bahwa simulasi ini mencakup “ancaman multi-domain” yang melibatkan koordinasi intensif antara berbagai satuan tempur.
Pasukan khusus angkatan laut, kapal selam, kapal rudal, serta pesawat angkatan udara dikerahkan untuk beroperasi bersama dalam rangkaian latihan tersebut. Sinergi antarunsur ini bertujuan untuk memastikan perlindungan menyeluruh terhadap wilayah perairan dari berbagai gangguan bawah permukaan, laut, maupun udara.
Wilayah Eilat dan Lembah Arava di Israel selatan menjadi titik latihan tentara yang mensimulasikan skenario tempur kategori “terburuk”. Berdasarkan keterangan sumber yang dikutip surat kabar Maariv via Anadolu Agency, militer Israel tengah mempersiapkan diri menghadapi rangkaian situasi yang dianggap sangat berbahaya.
Potensi serangan rudal ke wilayah Eilat, infiltrasi melalui Laut Merah atau perbatasan Yordania, hingga serangan di kawasan wisata masuk dalam daftar skenario simulasi tersebut. Selain itu, latihan ini dirancang untuk mengantisipasi kemungkinan serangan kelompok bersenjata dari arah Yaman yang menargetkan Teluk Eilat, baik melalui jalur laut maupun operasi darat.(*/cnni)
Dua latihan militer skala besar digelar oleh pasukan Israel di lokasi berbeda sejak Kamis (12/2), di tengah eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah.(*/cnni)


