Jakarta, SeputarSumut — Tanda-tanda serangan gabungan bersama Amerika Serikat terhadap Iran yang diprediksi terjadi dalam hitungan hari membuat Israel dilaporkan memperkuat persiapan militer dan meningkatkan status siaganya.
Skeptisisme terhadap kemajuan perundingan nuklir AS-Iran membuat Tel Aviv terus mempercepat perencanaan operasional militernya dalam beberapa pekan terakhir, menurut keterangan dua sumber Israel yang salah satunya merupakan pejabat militer. Padahal di sisi lain, pihak Amerika Serikat mengeklaim bahwa negosiasi dengan Teheran justru membuahkan hasil positif.
Dunia Internasional: Israel Siaga Tempur Jelang Serangan ke Iran
Meskipun Amerika Serikat sempat menunjukkan gelagat untuk menurunkan tensi terkait rencana penggempuran Teheran, sumber tersebut menekankan bahwa Israel tetap bersikeras mempersiapkan skenario serangan terhadap Iran.
Operasi militer yang sedang direncanakan ini diperkirakan akan jauh lebih besar melampaui perang 12 hari pada Juni lalu, saat AS menggempur sejumlah situs nuklir Iran, dengan catatan rencana tersebut disetujui oleh Presiden Donald Trump.
Serangan yang terkoordinasi secara matang antara Amerika Serikat dan Israel menjadi inti dari rencana operasi militer besar-besaran ini.
Sejumlah konsultasi keamanan khusus telah digelar oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pekan ini untuk menilai sejauh mana koordinasi dan kesiapan terkait rencana operasi militer terbaru yang menargetkan Iran.
“Kita jauh lebih dekat dibanding sebelumnya (ke arah serangan),” tegas mantan kepala intelijen militer Israel, Amos Yadlin, pada Rabu (18/2) sebagaimana dikutip dari CNN.
Pengarahan tertutup juga dilaporkan telah dilakukan oleh Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan parlemen Israel bersama kepala Komando Front Dalam Negeri militer Israel.
Boaz Bismuth selaku Ketua Komite memaparkan bahwa saat ini mereka sedang berada dalam hari-hari yang penuh tantangan menghadapi Iran, sehingga pemerintah dan publik harus bersiap menghadapi segala kemungkinan skenario konfrontasi.
Berdasarkan laporan Middle East Monitor (MEMO), Israel saat ini tengah berupaya mendapatkan “lampu hijau” dari Amerika Serikat agar bisa ikut serta melancarkan serangan terhadap sistem rudal balistik milik Iran.
Menurut Anadolu Agency, informasi tersebut diungkapkan oleh lembaga penyiar publik Israel, KAN, pada Rabu malam waktu setempat.
Skenario keterlibatan Israel dalam menggempur rudal balistik Iran mencuat seiring dengan meningkatnya perhatian luas terhadap kemungkinan Presiden Donald Trump memberikan perintah serangan dalam waktu dekat.
Penilaian lembaga keamanan Israel dalam 24 jam terakhir menunjukkan bahwa probabilitas serangan Amerika Serikat terhadap Iran kini semakin meningkat.
Kondisi genting ini terjadi di saat putaran terbaru perundingan terkait program nuklir antara Washington dan Teheran sebenarnya masih terus berjalan.(*/cnni)


